Arti Perbuatan Kita

Viewed : 1,503 views

Amsal 16:3
Serahkanlah perbuatanmu kepada TUHAN, maka terlaksanalah segala rencanamu.

Hidup ini penuh dengan pilihan. Kita diberi kebebasan untuk memilih apa saja yang mau kita lakukan.

Hari inipun kita masih diberi ruang gerak untuk menggunakan kesempatan yang masih ada di depan. Hanya saja memang kita tidak memahami ada berapa lagi kesempatan yang masih tersedia.

Di tengah-tengah kebebasan yang ada pada kita, apakah kita merasa kitalah yang menjadi tuan atas apa yang hendak dilakukan?

Penulis Amsal ingatkan bahwa TUHAN yang menjadi PENGUASA atas hidup kita. Sebab itu kita diajak untuk menyerahkan seluruh perbuatan kita kepada Dia.
Artinya adalah:
• Bahwa apa yang kita akan perbuat… Dia setuju dan buka pintu untuk itu, seolah Tuhan berkata, “Silahkan anak-Ku, Aku suka itu engkau lakukan!”.

• Bahwa apa yang kita akan perbuat… Dia dimuliakan, seolah Tuhan berkata, “Terus… teruskan itu anak-Ku, Aku sangat menikmatinya !.

• Bahwa apa yang akan kita perbuat… Dia memang siapkan itu untuk kita lakukan, seolah Tuhan berkata, “Bagus anak-Ku, memang itulah yang Aku siapkan untuk engkau lakukan dan jalani!.”

• Bahwa apa akan kita perbuat… Dia restui dan Dia meberkati, seolah Tuhan berkata, “Jangat takut anak-Ku, Aku memberkatimu!”

Alangkah indah dan manisnya jika hidup kita merupakan bagian dari totalitas rencana Allah atas dunia ini, meskipun mungkin itu kecil di hadapan manusia.
“Terima kasih Tuhan… aku mau seperti itu !”

Hidupku kuserahkan bagi-Mu
Hanya Engkau yang kurindu
Masukkan hidupku dalam rencana-Mu

Tuhan senantiasa menjaga dan meneguhkan kita untuk hidup dalam rencana-Nya.
Amin.

Selamat bekerja.
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Comments

comments