Sebagai Pemberita, Rasul dan Guru

Viewed : 1,270 views

RENUNGAN
2 Timotius 1:11-12
Untuk Injil inilah aku telah ditetapkan sebagai pemberita, sebagai rasul dan sebagai guru.
Itulah sebabnya aku menderita semuanya ini, tetapi aku tidak malu; karena aku tahu kepada siapa aku percaya dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah dipercayakan-Nya kepadaku hingga pada hari Tuhan.

Paulus dengan yakin menyatakan bahwa dirinya telah ditetapkan Tuhan sebagai pemberita, rasul, dan guru dalam Injil Kerajaan Allah.

Untuk itu, Rasul Paulus siap bayar harga yang dia katakan sebagai penderitaan. Penderitaan Paulus dapat kita lihat dan rasakan di dalam Kisah Para Rasul dan surat-suratnya.

Rasul Paulus rela karena jelas dan terang benderang baginya akan panggilan Allah. Karena itu dia katakan tidak malu, sebab Paulus tahu kepada SIAPA dia percaya. Palus yakin telah dipercaya oleh Tuhan. Ini amat sangat berharga dan tak ternilai betapa mulianya bagi Paulus.

Belajar dari Paulus, bagaimana dengan kita?

Kita memiliki peran dan panggilan masing-masing yang berbeda-beda dan beragam dalam Injil Kerajaan Allah.
• Ada kita ditempatkan Allah di front depan sebagai ujung tombak bagaikan pasukan infantri.
• Ada kita ditempatkan Tuhan sebagai bantuan tempur di belakang ibarat pasukan artileri.
• Ada kita sebagai tim logistik di balik layar.
• Ada kita sebagai kombinasi dan perpaduan dari apa yang disebutkan di atas.

Semua kita sedang berjuang untuk maksud dan tujuan Allah di dunia ini sesuai panggilan dan kapasitas kita.

Oleh sebab itu berdoalah agar Tuhan singkapkan dan bukakan sehingga menjadi jelas apa panggilan kita.
Bagi yang sudah jelas akan panggilannya, tetaplah bertekun dan setia. Jangan goyah !

Apapun yang kita sudah peroleh di dunia ini, tanpa kita masuk dalam panggilan-Nya, rasanya semua akan sia-sia saja.

Sebaliknya, meski kita merasa belum/tidak terwujud seluruh cita-cita besar kita, namun bila kita berada dalam panggilan-Nya… itu sudah CUKUP !

Bagi kita tidak ada istilah terlambat selama kita masih bisa bernafas dan masih diijinkan Allah hidup. Bersegeralah menangkap isi hati Tuhan.

Tuhan akan menyatakan kehendak-Nya dan meluruskan jalan kita untuk ikut di dalam proyek rencana-Nya.

Selamat berlibur.
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan senantisa menyertai di dalam segenap upaya kita mewujudkan pekerjaan-Nya hingga akhir hayat kita. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung.

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Comments

comments