Pendatang dan Perantau

Viewed : 1,126 views

RENUNGAN
1 Petrus 2:11
Saudara-saudaraku yang kekasih, aku menasihati kamu, supaya sebagai pendatang dan perantau, kamu menjauhkan diri dari keinginan-keinginan daging yang berjuang melawan jiwa.

Bayangkan kita nonton bioskop. Ketika asik-asiknya alur cerita tontonan kita, tiba-tiba aliran listrik terputus. Filmpun berhenti. Jenset tidak ada. Sehingga kita harus pulang kecewa.

Apa yang kita lakukan?
Marah?
Protes?

Ya… boleh protes, walau protes kita tidak akan dilayani karena di luar jangkauan pemilik bioskop.

Jika alur kisah hidup seseorang lagi asik-asiknya… karir menanjak… proyek banyak… bisnis lancar… kedudukan di puncak. Tetapi tiba-tiba orang itu dipanggil Tuhan. Sehingga semua harus STOP.

Apa yang akan dia lakukan?

Protes??… tidak bisa.
Marah??… tidak bisa.

Namamya sudah dipanggil… tak bernyawa lagi… badan sudah kaku… mana bisa protes dan marah segala.
Tentulah keluarga yang akan bersedih hati.

Oleh karena itu kita harus ingat dan sadar sesadar-sadarnya bahwa kita hanyalah pendatang dan perantau saja di dunia ini.

Sebagai pendatang dan perantau, Rasul Petrus ingatkan agar kita hidup dengan benar.

Tentu kita tidak bisa benar dengan perbuatan diri sendiri. Oleh kasih Yesus kita dibenarkan. Oleh darah Yesus dan bilur-Nya kita disembuhkan.

Setelah diselamatkan, mari kita terus bertumbuh dan berbuah. Supaya kita menjauhkan diri dari kedagingan yang bertentangan dengan kehendak Allah.

Bila ini terjadi, maka seseorang yang dipanggil kapan sajapun… sudah siap. Tak akan ada lagi protes-protesan. Tidak ada lagi marah-marahan.

Bagaimanapun juga, semua kita tanpa kecuali… akan ada hari-H dan jam-J untuk pemanggilan itu.

Cermati hidup kita. Sebelum hari-H, artinya sekarang, marilah kita terus hidup melakukan kehendak Aĺlah.

Selamat Hari Minggu.
Selamat beribadah.
Selamat melayani.

Tuhan berkati. Amin.

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Comments

comments