Ganjaran

Viewed : 1,719 views

RENUNGAN
Ibrani 12:11-13
Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya.
Sebab itu kuatkanlah tangan yang lemah dan lutut yang goyah; dan luruskanlah jalan bagi kakimu, sehingga yang pincang jangan terpelecok, tetapi menjadi sembuh.

Ganjaran sering diartikan sebagai akibat atau upah dari perbuatan yang salah atau ketidaktaatan. Mungkin ganjaran sering kita alami atau mungkin pula kita sedang alami saat ini. Tentu saja mengalami ganjaran tidak enak. Namun Tuhan sering harus memberikan itu agar kita sadar dan bertobat.

Oleh karena Allah mengasihi kita, maka sesungguhnya Dia lebih merasakan betapa kita merasa sakit saat ganjaran kita alami.

Sama seperti seorang ayah atau ibu yang sedang mendisiplinkan anaknya, dimana sang anak merasa pedih dan sakit. Ingatlah bahwa ayah dan ibu lebih merasakan sakitnya oleh karena ia mencintai anak sebagai buah hatinya.

Bentuk disiplin yang diberikan dapat berupa tidak memberikan apa yang diminta anak, atau menundanya. Dapat juga berupa kata-kata hardikan atau hentakan yang tidak mengenakkan telinga. Dan sebagainya.

Disiplin yang diberikan orang tua terhadap anaknya adalah tindakan kasih. Orang tua tidak ingin ada pembiaran berlangsungnya apa yang tidak baik dan apa yang tidak benar dalam sikap dan perilaku anaknya. Karena itu tindakan disiplin perlu dan penting. Ingat juga bahwa:
• Senanglah hati orang tua melihat anaknya taat.
• Dipanjangkan rasanya umur orang tua jika anaknya hidup benar.
• Tenteram dan damai perasaan orang tua bila anak-anaknya patuh dan hormat.
• Semangat orang tua bekerja dan berkarya bila anak-anaknya bersikap dewasa, sehingga pintu rejeki semakin terbuka dan penghasilan pun meningkat.

Begitulah Allah juga terhadap kita. Dia menyayangi kita. Dia senang jika kita hidup dalam kebenaran… oleh karena Dialah KEBENARAN. Untuk itu jika hidup kita tidak dalam kebenaran atau menyimpang, maka Dia mendisiplin kita sebagai anak-Nya. Dia memberi ganjaran sebagai WARNING agar kita waspada.

Para sahabat… apabila kita sedang mengalami ganjaran dan sedang menyala lampu WARNING saat ini, janganlah putus asa. Periksalah hidup kita. Lihatlah dan cermati bagian mana yang membuat lampu WARNING itu ON.

Kalau sudah tahu sumber penyebab WARNING itu, berubahlahbertobatlahkembalilah. Jangan abaikan! Kalau diabaikan, nanti lampu WARNING itu ikut rusak dan kita nanti menjadi tidak tahu dan tidak peka bila perbuatan kita menyimpang.

Biarlah lampu WARNING kita tetap berfungsi dengan baik, namun berada dalam posisi OFF.

Untuk itu, marilah kita menguatkan tangan yang lemah dan lutut yang goyah serta meluruskan jalan kita, sehingga Allah yang sempurna tidak harus membuat kita gundah dan gelisah dengan tindakan disiplin memberi ganjaran yang tidak perlu.

Selamat bekerja…
Selamat beraktifitas…
Selamat melayani…

Tuhan menyertai dan memberkati kita senantiasa.

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun- Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

 

Comments

comments