Sakit Hati

Viewed : 3,045 views

RENUNGAN
Amsal 12:16
Bodohlah yang menyatakan sakit hatinya seketika itu juga, tetapi bijak, yang mengabaikan cemooh.

Ada dua kontras sifat yang dikatakan oleh Salomo yaitu bodoh dan bijak.

Dalam hal ini arti bodoh dan bijak tidak dikaitkan dengan kecerdasan otak dan gelar akademik, tetapi dihubungkan dengan sikap.

Orang yang capaian akademiknya bagus dapat saja tetap bodoh dan kehadirannya menggelisahkan orang.

Orang tanpa gelarpun kehadirannya dapat membawa ketenangan, kedamaian dan meneduhkan.

Orang yang mudah sakit hati dan tanpa pikir panjang langsung marah mengekspesikan kekesalannya dikatagorikan sebagai orang bodoh. Mudah disulut. Gampang terbakar dan cepat panas hati serta berlama-lama di situ. Mudah panik dalam situasi yang dianggapnya tidak untung. Emosional.

Orang bijak digambarkan sebagai orang yang bersabar. Pemaaf. Orang yang bersikap tenang dan mampu menahan emosinya walau diperlakukan tidak baik… itulah ciri bijak.

Masihkah kita dalam era kebodohan dengan gampang meledak?
Ataukah kita sudah naik kelas ke tingkat-tingkat kumpulan orang bijak?

Sulit memang menahan diri untuk tidak marah ketika hak kita diabaikan, tidak dianggap, direndahkan, disepelekan, dikata-katai, dikasari, dibohongi, tidak dibela padahal kita benar, dan sebagainya. Tapi inilah materi tes bijak itu dengan banyak ragam dan bentuknya.

Maukah kita naik? Ke sanakah arah kita sekarang?

Atau tetap saja, bahkan turun?… JANGAN !!!

Selamat beraktifitas…
Selamat melayani…

Tuhan senantiasa menyertai dan memberkati kita.
Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

 

Comments

comments