Pembaharuan Hati Nurani

Viewed : 628 views

Roma 12:2
Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Penebang kayu senantiasa mengasah kapaknya agar tetap tajam sehingga mampu menebang kayu dengan mudah dan cepat.

Pemburu mengencangkan busurnya sehingga mampu menaklukkan binatang buruannya dengan tepat.

Pelukis meraut pinsilnya sehingga mampu melukis suatu objek dengan baik dan indah.

Begitulah prinsip sederhana agar produktivitas tetap terjaga.

Secara perlahan tapi pasti manusia akan mengalami perubahan fisik. Bila tidak diasah, kecerdasan dapat dengan mudah tertinggal oleh kemajuan zaman.

Hati nurani manusia gampang terkotori dan diburamkan oleh debu-debu dunia.

Ada perbedaan mendasar antara penampilan fisik dengan hati manusia. Melewati usia tertentu, biasanya fisik manusia akan menurun meski ada usaha mempertahankannnya dengan berbagai cara, misalnya dengan teknik-teknik kesehatan dan pengobatan. Tapi berapa besarpun usaha itu, tetap saja pengikisan dan penurunan penampilan fisik akan terjadi kerena begitulah sifatnya tubuh manusia.

Namun hati manusia dapat diperbaharui ke arah yang lebih baik meski usia bertambah. Manusia normal tentu ingin dipandang hatinya baik.

Hati nurani manusia akan terus bertumbuh menjadi lebih baik bila di dalamnya bertakhta Yesus Kristus. Pembaharuan hati nurani akan nyata bila dibaharui oleh Roh Kudus.

Dengan pertolongan Tuhan, hati manusia dapat dibersihkan dan dibaharui. Hati manusia diperbaharui oleh darah Kristus. Seteleh itu, terus bertumbuh dan berbuah. Hasilnya kelihatan keluar lewat perbuatannya.

Meskipun Tuhan mampu merubah hati manusia, tetapi tidaklah pembaharuan itu terjadi otomatis begitu saja. Manusia yang ingin berubah hatinya, haruslah mau membuka hati dan menerima kehadiran Yesus. Inilah yang dimaksudkan dengan lahir baru.

Setelah itu, kiranya ada keinginan dan kerinduan terus-menerus untuk bertumbuh dan berubah. Manusia harus berdoa meminta kemampuan kepada Tuhan dan mengambil langkah serta komitmen untuk berubah.

Mari berkomitmen untuk menjadi manusia baru yang memiliki hati baru. Mari kita terus-menerus berubah untuk kita semakin mampu membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. Biarlah hal ini semakin nyata dalam hidup kita.

Selamat beraktifitas.

Tuha Yesus menyertai dan memberkati kita. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Photo by Ylanite Koppens

Comments

comments