Domba yang Hilang

Viewed : 2,588 views

RENUNGAN
Mazmur 119:10, 176
Dengan segenap hatiku aku mencari Engkau, janganlah biarkan aku menyimpang dari perintah-perintah-Mu.
Aku sesat seperti domba yang hilang, carilah hamba-Mu ini, sebab perintah-perintah-Mu tidak kulupakan.

Sebuah peluru yang ditembakkan dapat menyimpang dan tidak mengenai sasaran. Penyimpangan itu pada awalnya mungkin kecil sekali dan rasanya dapat diabaikan. Tetapi semakin jauh dari pembidik, penyimpangan itu akan semakin besar.

Perjalanan hidup kita, ajaran apa yang kita ikuti dan apa yang kita ajarkan dapat saja menyimpang. Seperti peluru, mulanya mungkin kecil, lama-lama dapat semakin besar. Tentu hal ini harus kita hindari.

Agar terhindar dari penyimpangan, maka ada hal penting yang harus kita lakukan…

• Kita sendiri memang tidak ingin menyimpang… berkomitmen

• Berdoa kepada Tuhan agar Dia senantiasa memimpin kita di dalam kebenaran-Nya… tekun berdoa

• Memegang teguh firman Tuhan secara utuh, tidak setengah-setengah… meyediakan waktu belajar firman Tuhan

• Memiliki hati yang terbuka terhadap nasihat… miliki sahabat

• Tidak membuat pengalaman orang bahkan pengalaman kita menjadi kebenaran mutlak, sebab pengalaman kita dapat dan sering berbeda… ujilah pengalaman kita dengan apa kata firman-Nya.
Pernah ada seorang bersaksi di hadapan jemaat bahwa Tuhan menolong dia lulus ujian dengan nilai memuaskan, padahal dia tidak menyiapkan ujiannya dengan baik. Dia hanya berdoa. Tentu hal ini sangat bisa terjadi sebab Tuhan mampu dan tidak ada yang mustahil bagi-Nya. Namun dalam hal ini, orang yang tidak paham bisa salah tangkap dengan hanya berdoa saja dan merasa tidak perlu belajar dengan baik… menyimpang !
Pernah juga seorang hamba Tuhan ditanya tentang kesiapannya berkhotbah. Dia bilang, “Tidak perlu repot menyiapkan, doakan saja… Tuhan sendiri nanti akan berbicara dan melawat umat-Nya”
Apakah dia berkelakar ?
Apakah memang tak perlu persiapan untuk berkhotbah?

Ketika kita meragukan sesuatu, berdoalah kepada Tuhan dan kembalilah ke Alkitab. Mintalah juga nasihat kepada orang yang memahami. Bergaullah dengan orang yang kuat imannya, rendah hatinya dan sehat logika pikirannya.

Ketika kita merasa salah dan tersesat, segeralah kembali kepada Dia dan terimalah kebenaran-Nya. Biarlah kita berseru seperti pemazmur…
“Aku sesat seperti domba yang hilang, carilah hamba-Mu ini, sebab perintah-perintah-Mu tidak kulupakan.” (Mazmur119:176)

Selamat beraktifitas…
Selamat melayani…

Tuhan senantiasa menyertai dan memberkati kita.
Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

 

Comments

comments