Matahari dan Perisai

Viewed : 2,867 views

RENUNGAN
Mazmur 84:11
Sebab TUHAN Allah adalah matahari dan perisai; kasih dan kemuliaan Ia berikan; Ia tidak menahan kebaikan dari orang yang hidup tidak bercela.

Matahari adalah sumber energi. Setiap hari kita menantikannya untuk terbit. Terbit dan terbenamnya matahari menjadi salah satu ukuran atau pedoman waktu bagi kita. Begitulah pemazmur mengungkapkan Allah… Allah adalah SUMBER KEHIDUPAN. Sudahkah kita menantikan-Nya setiap hari?

Allah juga digambarkan sebagai perisai. Perisai adalah pelindung. Allah menjadi perisai untuk melindungi dan mengawal hidup kita di setiap waktu.

Kita sungguh membutuhkan Allah melebihi kebutuhan kita atas matahari. Hanya saja kita sering tidak menyadarinya sehingga kita abaikan peran-Nya.

Cobalah kita renungkan… apakah yang sebetulnya yang paling kita butuhkan? Kebutuhan utama kita adalah kasih. Pastilah kita senang dan merasa aman jika kita dikasihi orang-orang di sekitar kita.

Kita mungkin salah tingkah jika ada orang berkata kepada kita, “Aku mengasihimu”, namun pastilah kita senang, walau mungkin kitapun bertanya-tanya, “Apa maksudnya?”

Kalau memungkinkan dan rasanya wajar, cobalah ungkapkan rasa kasih kita kepada orang-orang di sekitar kita… pasti mereka senang.

Kasih dinyatakan dan diberikan Allah bagi kita. Betapa sebetulnya kita berbahagia. Selain kasih, Allah memberikan kemuliaan dan kebaikan. Kemuliaan dan keadaan baik sering dicari-cari dan diperjuangkan orang apapun caranya. Betapa berbahagianya kita bahwa Allah beri kemuliaan dan kebaikan-Nya.

Hanya satu hal yang harus kita perhatikan baik-baik untuk dilakukan yaitu: hidup tidak bercela.

Mari kita berupaya dan berjuang bersama Tuhan untuk hidup tidak bercela.

Selamat Hari Minggu.
Selamat Beribadah.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus Kristus menyertai kita. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

 

Comments

comments