Doa Paulus

Viewed : 2,296 views

RENUNGAN
2 Korintus 12:7-9
Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan Iblis untuk menggocoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri.
Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan Iblis itu mundur dari padaku.
Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.

Sebagai orang tua yang baik, coba kita ingat-ingat: apa permintaan anak kita yang tidak kita kabulkan? Mengapa? Padahal permintaan mereka dapat kita penuhi.

Sebagai anak yang baik, coba ingat-ingat: apa permintaan kita yang tidak dikabulkan orang tua? Mengapa? Padahal permintaan kita dapat mereka penuhi.

Cobalah lihat Rasul Paulus.
Siapa Rasul Paulus?

Rasul Paulus adalah pejuang untuk Kerajaan Allah. Hatinya untuk Allah tidak diragukan. Kehidupannya yang habis-habisan demi tujuan Allah kita patut acung jempol. Semangat juangnya untuk pekabaran Injil berkobar-kobar membara.

Tetapi ada permintaan dan doa Paulus yang tidak dikabulkan. Dia katakan sudah tiga kali berdoa. Ini artinya dia serius berdoa. Saya membayangkan pastilah Paulus konsentrasi penuh dan terpusat doanya untuk meminta. Mungkin juga diiringi puasa. Tetapi tidak dikabulkan.

Ada apa dengan Allah?
Mengapa untuk orang selevel Paulus Allah tega tidak memberi?
Padahal apa yang diminta Paulus, Tuhan tinggal berkata saja… maka pasti langsung jadi. Bukankan Tuhan Yesus pernah berkata, “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu…..” (Matius 7:7). Bertentangankah ini?

Itu adalah kata kita…
Yaaa… kata saya mewakili rintihan dan derita Paulus.

Kita tidak akan bisa menjawab pertanyaan kita atas doa Paulus yang tak digubris Allah. Kita harus melihat dari sisi Allah yang memegang otoritas. Dan justru kita semakin kagum dan merasa dihiburkan oleh jawaban Tuhan kepada Paulus, “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu. Sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna*

Paulus menyambut dan mengaminkan ini. Dia tidak menyesali diri. Paulus tidak berkata hal yang tidak benar tentang diri Allah. Inilah keinginan Allah sesungguhnya atas sikap Paulus. Ingin rasanya hati ini bertepuk tangan buat Paulus. Bukan maksud hati memuji manusia Paulus… tapi memang teladannya luar biasa… hebat!

Tinggal sekarang mari kita refleksikan ke diri kita. Bahwa memang tidak semua permintaan kita harus dijawab dan dikabulkan. Hal ini bukan karena Allah tidak bermurah hati… karena jelas Allah tak berhingga kasih-Nya. Mungkin pula bukan karena kita tidak melakukan perintah-Nya… jangan hakimi dan jangan salahkan diri.

Mari kita senantiasa melihat dari sisi Allah…. bahwa tidak dikabulkannya permintaan kita justru sering berguna dengan maksud:
• agar kita tidak sombong
• agar kita tidak melepaskan diri dari kebergantungan kita kepada Allah
• agar kemegahan kita bukan kepada apa yang tampak oleh mata
• agar kita menilai hubungan kita dengan Tuhan tidak berdasarkan diberi atau tidak diberi
• agar kita melayani bukan bergantung kepada honor dan tarif
• agar kita semakin menyadari bahwa kita adalah anak Allah yang harus dididik Allah dalam semua hal, bukan sebagai pembantu yang haus akan upah
• agar kita mengalami kuasa dan kasih Allah yang sempurna
• agar kita tetap merasakan bahwa hidup ini kasih karunia dan menghargainya
• agar hati dan pikiran kita tetap mengarah dan tertuju kepada kekekalan bukan kepada kesementaraan.
• akhirnya… agar kita semakin dewasa dalam iman dan
karakter.

Selamat beraktifitas…
Selamat melayani…

Tuhan menyertai dan memberkati kita. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

 

Comments

comments