Mengapa Rusuh Bangsa-bangsa?

Viewed : 389 views

Mazmur 2:1-4
Mengapa rusuh bangsa-bangsa, mengapa suku-suku bangsa mereka-reka perkara yang sia-sia? Raja-raja dunia bersiap-siap dan para pembesar bermufakat bersama-sama melawan TUHAN dan yang diurapi-Nya: “Marilah kita memutuskan belenggu-belenggu mereka dan membuang tali-tali mereka dari pada kita!” Dia, yang bersemayam di sorga, tertawa; Tuhan mengolok-olok mereka.

Banyak yang kontradiktif terjadi dalam hidup ini. Yang tidak ada… diada-adakan. Yang sederhana… dirumitkan. Yang mestinya diurus… diabaikan. Yang lurus… dibengkokkan. Yang bengkok… dilurus-luruskan. Yang berjuang dan bekerja keras kerap tidak dihargai. Dan sebagainya.

Pemazmur menggambarkan kerusuhan bangsa-bangsa. Pemazmur melukiskan bahwa Tuhan menertawakan dan mengolok-olok orang-orang yang melawan Dia.

Kita sering merasa Tuhan sepertinya diam dalam suasana yang kita merasa rumit dan pelik dalam hidup ini. Kita bertanya-tanya, “Dimana Engkau Tuhan?. Mengapa Engkau tidak bertindak?”

Kita diingatkan agar tidak usah dan tidak perlu mendesak Tuhan. Belum waktunya. Kita tenang saja. Waktu kita bukan waktu-Nya. Kita belajar bersabar di tengah suasana yang mungkin tidak nyaman dan tidak menyenangkan. Kita percaya akan rencana dan kehendak-Nya. Lakukan saja apa yang terbaik yang bisa kita lakukan. Allah akan bertindak pada saat-Nya yang tepat.

Tetaplah menjaga hati. Berusahalah berdamai dengan semua orang. Mungkin kita tidak memiliki wewenang dan tidak berkapasitas untuk menyelesaikan perkara yang sedang terjadi, tapi paling tidak kita dapat berbicara dengan Tuhan melalui doa-doa kita. Biarlah Tuhan bertindak dengan cara-Nya.

Selamat bekerja.
Selamat beraktivitas.
Selamat melayani.

Tuhan menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin.

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Illustration created using DALL-E 3 on Bing Image Creator

Comments

comments