Matius 4:4
Tetapi Yesus menjawab: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.”
Setelah berpuasa selama 40 hari, Tuhan Yesus merasa sangat lapar dalam hakekat-Nya sebagai manusia. Hal ini penting dimengerti dan dipahami, sebab ada orang berpendapat dan merasa bahwa dalam melakukan puasa tersebut, Tuhan Yesus menggunakan kuasa-Nya sehingga Dia sama sekali tidak merasa lapar. Pendapat ini tentu tidak benar.
Dalam situasi lapar itulah merupakan saat penting untuk dilihat maknanya. Tuhan Yesus digoda dan dicobai iblis. Iblis dengan kelicikannya bersiasat menunjukkan roti sebagai kebutuhan Tuhan Yesus saat itu untuk dimakan.
Namun Yesus mematahkan siasat iblis. Yesus tidak kompromi dengan apa yang dikatakan iblis. Yesus mengacu kepada firman Allah yang tertulis. Yesus menangkis dan melawan iblis. Yesus menolak dengan tegas “rayuan” iblis.
Meskipun Dia begitu sangat lapar dan walau berkuasa membuat roti dari batu, tetapi Yesus menahan diri. Yesus taat kepada firman yang tertulis. Dalam pencobaan berikutnya, tidak ada sedikitpun celah dalam diri Yesus tergoda oleh apa kata iblis.
Tuhan Yesus tidak memamerkan kuasa-Nya di depan iblis. Buat apa? Tidak ada gunanya. Iblis akan tetap berhati iblis. Tuhan Yesus tidak memakai kuasa-Nya untuk memenuhi dan memuaskan keinginan-Nya. Malah dengan kuasa-Nya, akhirnya Dia mengusir iblis sang penggoda.
Seperti Tuhan Yesus taat kepada firman, hal ini mengingatkan dan menjadi teladan bagi kita yang telah percaya. Tuhan Yesus dalam situasi lapar menunjukkan bahwa Dia merasakan apa yang kita rasakan. Dalam situasi seperti itu, Dia dapat menahan diri. Pikiran dan tindakan-Nya tetap berada dalam rel firman Allah. Mari kitapun belajar ikut teladan Kristus.
Selamat Hari Minggu.
Selamat beribadah.
Selamat melayani.
Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita. Amin.
Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Illustration created using DALLE-3 on Bing Image Creator




