Setelah Melihat Bayi Yesus, Simeon Merasa Puas

Viewed : 419 views

Lukas 2:29-32
“Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu, sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu, yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa, yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel.”

Setelah melihat bayi Yesus, Simeon merasa puas. Itulah yang dinanti-nantikannya. Simeon berkata bahwa dia sudah rela pergi meninggalkan dunia ini sebab telah bertemu Yesus walaupun saat itu Yesus masih bayi kecil. Simeon selama ini menantikan kegenapan kedatangan Mesias yang telah dijanjikan. Simeon merasa “plong” dan “lega” sebab telah berjumpa dengan Yesus.

Kitapun meski tidak betemu secara fisik dengan Yesus seperti Simeon, namun kita sungguh merasa lega. Kita telah mendapat keselamatan seperti apa yang dirasakan Simeon.

Dalam hidup ini, masih banyak hal-hal yang kita tunggu dan nantikan yang behubungan dengan rejeki kita, hasil karya kita, cita-cita besar kita, dan sebagainya. Akan tetapi hal utama dan terpenting sudah kita dapatkan di dalam Yesus… keselamatan jiwa.

Kedatangan Kristus yang kita ekspresikan dalam perayaan natal merupakan sukacita kita karena Yesus telah lahir dan kita telah berjumpa dengan Dia.

Kitapun dapatlah berkata seperti Simeon, “Aku bersyukur dan bersukacita karena aku telah berjumpa dengan Kristus!”

Kepuasan kita setelah berjumpa dengan Yesus memotivasi dan mendorong kita melanjutkan hidup ini untuk mewujudkan apa yang baik, indah dan mulia. Terutama juga adalah agar melalui hidup kita, orang lain dapat bertemu Yesus dan merasa lega beroleh pengampunan. Itulah mestinya terjadi dalam hidup kita.

Sambutlah kelegaan dan kedamaian di dalam sukacita Natal.

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Illustration created using DALLE-3 on Bing Image Creator

Comments

comments