2 Korintus 4:17
Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.
Pernah ada sebuah pengalaman kecil ketika latihan menembak. Salah memegang senjatanya; popornya didekatkan ke pipi untuk membidik sasaran. Mestinya dijepit di ketiak, karena senjatanya laras panjang. Ketika picu ditarik, maka pipi terasa ditumbuk. Dihentakkan oleh popor senjata. Terasa sakit tentunya.
Jika peluru ditembakkan, akan terasa senjata terhentak mundur ke belakang. Semakin besar kaliber peluru yang ditembakkan, makin besar pula hentakan mundurnya.
Jikalau peluru yang ditembakkan adalah peluru kosong, maka tidak ada hentakan mundur. Yang ada hanyalah bunyi saja menggelegar dan kelongsong sebagai sampah akan keluar dari senjata.
Hal ini sesuai dengan Hukum Kekekalan Momentum… bahwa jumlah momentum sebelum dan setelah tembakan adalah sama besarnya.
Kalau kita renungkan, hidup kita seumpama senjata itu. Dalam hidup kita berlaku Hukum Kekekalan Momentum. Ada derita… ada susah… ada hentakan yang kita rasakan dalam memegang teguh keyakinan dan iman kita kepada Yesus. Semua itu karena ada sesuatu yang indah yang berguna harus keluar dari diri kita sebagai kesaksian hidup yang baik. Untuk itu ada harga yang harus dibayar.
Sering semakin besar kita dapat dipakai Tuhan menembus dunia ini dengan pengaruh yang nyata untuk dapat merubah orang, maka semakin besar pulalah hentakan terasa. Kecuali kalau kita mengeluarkan peluru kosong dan palsu tak berguna. JANGANLAH!
Meski ada hentakan dan tantangan hidup, marilah kita tetap menjadi senjata dengan peluru berisi dan bukan peluru kosong tak berarti.
Selamat bekerja.
Selamat beraktivitas.
Selamat melayani.
Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita untuk menjadi senjata yang menembakkan “peluru” berisi berkat dan pesan yang membuat orang percaya kepada Kristus serta merubah orang menjadi lebih baik.
Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Illustration created using DALLE-3 on Bing Image Creator




