Tinggallah di Dalam Aku

Viewed : 2,477 views

RENUNGAN
Yohanes 15:4
Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.

Dalam sebuah ilustrasi gambar, dilukiskan seorang anak kecil memegang tangan ayahya di pinggir sebuah jurang. Lantas seorang kritisi lukisan mengatakan bahwa gambar itu salah.

Lalu kita yang kurang paham bertanya-tanya apa yang salah dengan gambar itu ?
Kok dikatakan salah?
Sebab gambar itu nampak begitu sempurna dan pilihan warnanya sangat bagus dan menarik. Gambar itu adalah karya seorang pelukis terkenal.

Kemudian dijelaskan bahwa kesalahannya adalah karena si anak memegang tangan ayahnya. Semestinya si ayah yang harus memegang tangan anaknya. Ayahnya yang kuat, anaknya lemah.

Apa yang dikatakan kritisi lukisan itu benar. Inilah prinsip. lnilah gambaran tentang hubungan kita dengan Tuhan. Tuhan yang kuat akan terus menolong kita. Diri kita sendiri sungguh tidak berdaya apa-apa.

Bagian kita adalah : jangan meronta dan jangan melepaskan eratnya pegangan tangan Allah yang kuat kepada kita. Jangan memberotak. Ikuti terus Yesus. Taati Dia sepenuh hati serta lakukan apa yang Dia suruh. Bersandarlah kepada Dia dan andalkan Dia senantiasa.

Kita selalu dituntut untuk berbuah dalam hidup kita. Terkadang kita putus asa dan frustrasi melihat banyaknya gagal kita menyenangkan hati Allah dan tumpul berbuat kebaikan.

Namun hari ini kita diingatkan bahwa hanya bersama Yesus kita kuat. Di dalam Yesus kita berbuah.

Biarkanlah Dia terus memimpin dan mengendalikan hidup kita. Di luar Dia kita akan kurus kering tak berdaya apa-apa. Namun di dalam Dia kita kuat dan kita akan berbuah melimpah.
Puji Tuhan ! !

Selamat ujian.
Selamat bekerja.
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan menyertai dan memberkati kita. Dia menuntun kita untuk hidup berbuah.
Amin…

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

 

Comments

comments