Kolose 2:6-7
Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.
Pohon kecil maupun besar mampu menghadapi terjangan dan hantaman angin kencang bila ditopang oleh akar yang kuat. Akar yang kuat perlu waktu untuk bertumbuh.
Tuhan ingin agar kita bertumbuh, berakar dan berbuah, karena dengan cara demikianlah kita menjadi kuat dan dapat dipakai Allah untuk mencapai maksud dan rancangan-Nya.
Pengalaman menanam pohon di belakang rumah, pohon itu semula tampak baik. Namun di pagi hari pohon itu tumbang terjungkal. Setelah diperhatikan, rupanya akarnya tidak kuat menancap ke dalam tanah. Terlihat akarnya keropos dan terputus.
Pengalaman tersebut mengingatkan betapa pentingnya peran akar dalam tumbuhan. Akar berfungsi agar pohon tetap kuat berdiri dan juga untuk menyerap sari makanan dari dalam tanah.
Paulus ingatkan agar kita berakar dan dibangun di dalam Krsitus. Di dalam Kristus akar iman kita menancap kuat. Di dalam Kristus berlimpah gizi rohani untuk membuat kita sehat.
Orang-orang luar biasa yang dipakai Tuhan adalah orang-orang yang berakar kuat dan terus-menerus mendapat pasokan makanan rohani dari Tuhan Yesus.
Sahabat…
Bila kita ingin kuat dan sehat serta tetap semangat hidup dalam setiap situasi apapun, rahasianya adalah: tetaplah berakar dan bertumbuh di dalam Kristus. Tidak ada alternatif lain, hanya ini!
Karena itu mari kita bertambah teguh dan kuat di dalam prinsip hidup berdasarkan firman Allah yang telah diajarkan dan terus-menerus diajarkan kepada kita.
Tuhan menyertai dan memberkati kita. Amin.
Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Photo by Jason Weingardt on Unsplash




