Kejadian 13:5-7
Juga Lot, yang ikut bersama-sama dengan Abram, mempunyai domba dan lembu dan kemah.
Tetapi negeri itu tidak cukup luas bagi mereka untuk diam bersama-sama, sebab harta milik mereka amat banyak, sehingga mereka tidak dapat diam bersama-sama.
Karena itu terjadilah perkelahian antara para gembala Abram dan para gembala Lot. Waktu itu orang Kanaan dan orang Feris diam di negeri itu.
Abraham dan Lot sangat diberkati melimpah dari sisi harta. Domba dan lembu sebagai bentuk kekayaan pada masa itu, mereka miliki amat banyak.
Karena begitu banyaknya, mereka harus berpisah. Tidak memungkinkan lagi bagi mereka untuk tinggal berdampingan di daerah yang sama. Lahan semakin terasa sempit. Ada persoalan pakan ternak. Tidak cukup lagi. Terjadi perkelahian antara para gembala mereka. Timbullah perkara besar di antara Abraham dengan Lot, keponakannya.
Apa yang dialami oleh Abraham dan Lot tersebut sangat mungkin terjadi di masa kini. Timbul masalah bukan karena kekurangan, tetapi justru dalam suasana berlebih. Masalah seperti ini banyak terjadi di dalam dan antar keluarga. Harta merenggangkan kekeluargaan. Menjauhkan kasih persaudaraan.
Seharusnya pemberian Allah diterima penuh sukacita. Hal itu mestinya disambut sebagai berkat dan mempersatukan kita. Hendaknya pemberian Tuhan jangan sampai memicu perselisihan. Berkat Tuhan mestinya mempererat kita.
Pengalaman Abraham dan Lot mengingatkan kita agar lebih menghargai hubungan baik dengan sesama kita, terlebih dalam keluarga. Janganlah keinginan memiliki banyak mengorbankan hubungan baik di antara kita. Lebih baik mengalah daripada kekeh bersikeras untuk lebih besar dan kelihatan lebih makmur. Ini mungkin kesulitan bagi banyak orang.
Penting dimiliki sifat mengalah agar setiap pemberian Tuhan sungguh menjadi berkat yang membawa damai di hati. Apapun yang kita miliki, semestinya bertujuan membuat kita damai.
Damai akan ada bila relasi kita baik dengan semua orang. Semua pemberian Tuhan dalam bentuk kekayaan, talenta dan karunia; bukanlah untuk kita nikmati saja, tetapi untuk orang lain juga. Tuhan ingin menggunakan kita menyalurkan berkat-Nya bagi orang lain. Hal itu akan terjadi jika kita memiliki sistem nilai yang berbeda dengan orang dunia ini. Bergantung kepada pandangan kita terhadap apa yang kita miliki.
Mari kita menjadi semakin dekat dengan sesama kita melalui seluruh pemberian dan berkat Allah.
Selamat beraktivitas
Selamat melayani…
Tuhan menyertai dan memberkati kita. Amin.
Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Illustration created using DALLE-3 on Bing Image Creator




