Hendaklah Kata-katamu Senantiasa Penuh Kasih

Viewed : 411 views

Kolose 4:6
Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang

Seorang pria pergi makan di sebuah warung. Lalu dia melihat dalam makanan itu ada rambut. Lantas dia dengan nada tinggi dan emosi mamanggil pelayan. Dengan marah dan membentak dia suruh pelayan warung segera mengganti makanan itu.

Pelayan itupun mengambil makanan itu. Dibawa ke dapur. Rambutnya dibuang. Makanan itu dipindahkannya ke mangkuk baru. Disajikan kembali ke orang tadi. Rambutnya saja yang dihilangkan. Makanannya tetap itu saja tidak diganti.

Pelayan melakukan seperti itu karena merasa marah juga dan tersinggung dengan perlakuan tamu itu yang dianggap berlebihan marahnya. Apalah daya tak bisa membalas karena dia hanyalah seorang pelayan.

Ketika dihidangkan kembali, pria itu tetap saja berlaku sinis, tapi makanannya disantap dengan lahap sampai habis. Tak tahu dia apa yang sebenarnya dilakukan pelayan itu. Kasihan tamu dan pelayan itu… perlu bertobat!

Pada waktu yang berlainan, terjadi hal yang sama. Makanan di warung itu bercampur rambut lagi. Tetapi kali ini orang yang makan pria lain.

Pria yang satu ini beda. Dengan nada halus dia memanggil pelayan dan dengan santun dia berkata, “Dek, kelihatannya dalam makanan ini ada rambut. Apakah bisa diganti? Maaf ya Dek”

Pelayan itupun minta maaf. Diambilnya makanan itu. Dibawa ke dapur dan dibuang. Dia masak lagi makanan yang baru. Malah dia buat lebih enak dan porsinyapun ditambah. Setelah selesai, dihidangkan kembali. Pelayan itupun berkata, “Saya minta maaf Pak, karena berbuat salah. Terima kasih Pak sudah sabar menunggu”

Tamu warung itu dengan ramah berkata, “Tak apa dek, terima kasih ya.” Pria itu dengan lahapnya menyantap makanan tersebut dengan nikmat sampai habis.

Dari peristiwa ini kita diingatkan untuk berkomunikasi dengan baik dan santun dengan siapapun dalam setiap tingkatan dan level.

Maksud yang baik sering tidak kesampaian dan gagal karena cara dan gaya bicara tidak disukai. Komunikasi kurang sopan penyebabnya. Bungkus sikap dan kata-kata kurang baik membuat runyam dan kandas maksud yang baik.

Kita sering berkata: “Isi yang penting bukan bungkusnya!” Namun bukankah sebelum orang melihat isi, bungkus dulu yang dibuka?

Bagi kita mestinya memang ISI yang terutama, tetapi alangkah sempurnanya jika ISI itu berada dalam BUNGKUS yang baik.

Orang akan tertarik melihat ISI yang baik bila ditawarkan dengan BUNGKUS yang bagus dan tertata menarik dan menawan.

Makanan yang sama sering lebih mahal di supermarket dari pada yang dijual di pasar tradisional. Mengapa? Karena kemasannya!

Kado yang akan dihadiahkan sering harus disiapkan dengan repot dan sibuk mencari kertas kado yang menarik sebagai pembungkusnnya. Padahal bungkus kado itu akhirnya dirobek-robek juga, terlebih bagi orang tak sabaran melihat apa isi kadonya. Betul kan?

Jadi dalam hal-hal tertentu, BUNGKUS jangan diabaikan, terutama dalam kita berkomunikasi dan bertutur kata dengan orang lain. Bangunlah bungkus komunikasi dan jembatan yang baik dengan setiap orang, agar maksud yang luhur dan mulia sebagai ISInya tersampaikan dengan baik. Tanpa DISTORSI.

Ayat di atas mengingkatkan kita dalam berkomunikasi dengan siapa saja… Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang

Mari kita membangun komunikasi dan hubungan serta jembatan yang indah dengan setiap orang melalui kata-kata hikmat dan bijak.

Selamat bekerja.
Selamat beraktivitas.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus menyertai dan memberkati. Amin.

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Illustration created using DALLE-3 on Bing Image Creator

Comments

comments