Di Tengah Penantian Kita

Viewed : 377 views

1 Korintus 1:7-8
Demikianlah kamu tidak kekurangan dalam suatu karunia pun sementara kamu menantikan penyataan Tuhan kita Yesus Kristus.
Ia juga akan meneguhkan kamu sampai kepada kesudahannya, sehingga kamu tak bercacat pada hari Tuhan kita Yesus Kristus.

Seorang ibu menantikan suaminya dari luar kota di stasiun kereta api. Ibu itu sering-sering melakukan komunikasi dengan WA maupun nelpon langsung. Dia ingin tahu keadaan suaminya, paling tidak mau tahu suaminya sudah sampai di mana posisinya. Ada rasa rindu yang dalam di antara mereka berdua. Ingin segera bertemu.

Sesungguhnya kita sedang berada dalam penantian kedatangan Tuhan. Dalam masa penantian itu apakah kita terus berkomunikasi dengan Dia? Memang kita tidak perlu bertanya kapan waktunya Dia tiba, sebab sudah diberitahu bahwa kedatangan-Nya tak terduga kapan. Kita hanya diingatkan bahwa Dia pasti datang, dan untuk itu mari bersiap.

Di tengah penantian kita akan kedatangan Kristus, biarlah kita konsisten dan berkomitman melakukan pesan dan kehendak-Nya. Kita berjaga-jaga. Kita berawas-awas dan waspada. Tetapi juga kita tidak usah takut dan jangan cemas, sebab di dalam Kristus ada kepastian dan jaminan.

Di tengah penantian kita, karunia Tuhan melimpah. Pikiran kita tidak usah pusing memikirkan untuk menumpuk sampai bergunung-gunung akan sesuatu yang akan ditinggalkan. Jangan terlalu tancap gas habis tenaga mengejar-ngejar dunia ini!

Perbanyaklah dan perkayalah hati kita. Jangan kiranya kita hanya tampak kaya di dunia ini, tetapi miskin di hadapan Allah. Jangan hanya berjuang tampak sempurna di hadapan manusia, namun tidak berkenan di hadapan Allah.

Biarlah diri kita semakin disempurnakan dan hati kita semakin dibaharui menjelang hari kedatangan-Nya yang kian mendekat.

Kita memang masih hidup di dunia, tapi jagalah agar hati dan pikiran kita tidak tertawan… tidak terpenjara… tidak tenggelam dengan dunia yang akan binasa ini.

Kolose 3:1-2
Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.

Selamat beraktivitas.
Selamat bekerja.
Selamat melayani.

Tuhan kiranya meneguhkan dan menguatkan kita dalam penantian akan Dia.

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Illustration created using DALLE-3 on Bing Image Creator

Comments

comments