Meski Ditolak, Dia Tetap Pada Tujuan-Nya

Viewed : 360 views

Markus 6:3
Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?” Lalu mereka kecewa dan menolak Dia.

Jika ditawarkan naik mobil untuk diantar ke suatu tempat dengan dua pilihan; yang pertama adalah mobil mewah. Mobil itu baru. Catnya mulus. Yang kedua adalah mobil lama. Warnanya buram dan tampak ada karatan di beberapa sisi mobil itu. Pasti orang normal memilih mobil pertama.

Setelah naik, mobil pertama sopirnya ngomel-ngomel terus sambil nyetir. Dia membawa mobil dengan kasar ugal-ugalan. Berbeda dengan sopir mobil kedua; orangnya baik dan enak diajak bicara. Andaikan tahu dari awal, tentulah pilihan jatuh ke mobil kedua.

Salah menilai dan salah sangka sering terjadi kita lakukan terhadap orang lain, maupun salah menilai dilakukan orang lain terhadap kita. Begitu juga terhadap Yesus.

Penampilan Yesus yang amat sederhana, membuat orang-orang menolak Dia. “Dia kan anak tukang kayu… saudara-saudara-Nya pun kita kenal siapa…”, begitulah penilaian orang terhadap Yesus. Padahal sesungguhnya Yesus adalah Anak Allah. Dia Juruselamat. Kunci Kerajaan Surga ada di tangan-Nya.

Penerimaan terhadap sesama sering dimulai dari penampilan. Kita terkadang terkecoh terlalu fokus dengan apa yang dilihat mata. Karena itu orang beramai-ramai berjuang untuk sebuah penampilan. Tentu penampilan perlu diperhatikan dalam batas-batas yang wajar. Kalau memang bisa, buatlah penampilan yang baik di setiap waktu. Namun penampilan harus disertai isi.

Dengan tidak mengabaikan penampilan, marilah kita lebih banyak memikirkan dan berjuang untuk menambah-nambahkan isi dalam diri dan hidup kita. Isinya berupa sikap dan karakter yang baik… integritas.

Jangan menilai orang lain dari sisi penampilan saja, dan jangan takut dinilai orang tentang apa adanya kita dari sisi penampilan.

Meskipun orang menilai diri kita tidak sepatutnya, tidak apa-apa juga. Yang penting sudah kita maksimumkan dalam dan luar.

Mari kita belajar kepada Yesus yang meski ditolak dengan alasan penampilan dan latar belakang keluarga sederhana, tetapi Dia tetap melakukan apapun sesuai tujuan-Nya dalam hidup-Nya. Itulah teladan kita.

Selamat beraktivitas.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus memberkati kita senantiasa. Amin.

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Illustration created using DALLE-3 on Bing Image Creator

Comments

comments