Mari Membuka Telinga Hati Kepada Suara Allah

Viewed : 460 views

Yesaya 51:4
Perhatikanlah suara-Ku,hai bangsa-bangsa, dan pasanglah telinga kepada-Ku, hai suku-suku bangsa! Sebab pengajaran akan keluar dari pada-Ku sebagai terang untuk bangsa-bangsa.

Telinga adalah salah satu organ tubuh manusia yang amat penting. Dengan telinga kita dapat menerima informasi suara. Kita dapat menikmati musik mengalun merdu. Dengan telinga kita dapat berkomunikasi dan merasakan suara indah.

Bersyukurlah bila telinga kita baik adanya. Kita dapat mendengar dengan jelas. Terbayang bila kita tidak dapat mendengar karena telinga kurang berfungsi dengan baik.

Ada satu telinga yang lain dalam diri manusia yang lebih penting lagi, itulah telinga hati. Mungkin telinga fisik kita baik dan tidak ada cacat celanya, namun bila telinga hati kita tertutup alangkah ruginya

Telinga hati yang kurang baik adalah telinga hati yang tertutup terhadap seruan Firman Allah. Berakibat tidak dapat merespons suara Tuhan. Ataupun mungkin telinga hati hanya merespons hal-hal yang tidak patut.

Betapa sering telinga hati sesorang begitu peka mendengar pergunjingan atau senang menangkap berita-berita miring dan dibumbui serta ditambah-tambah.

Allah ingin agar telinga hati kita terbuka dan suka mendengar suara-Nya. Oleh karena itu:
• apakah telinga hati kita kurang terbuka kepada suara-Nya?,
• apakah telinga hati kita terbuka hanya kepada suara-suara yang menyimpang dari keinginan Allah?

Mari membuka telinga hati kepada suara Allah!

Mari memperhatikan suara-Nya!

Dengar sabda-Nya!, sebab pengajaran yang benar bersumber dari firman-Nya sebagai terang bagi setiap anak-anak-Nya.

Selamat Hari Minggu.
Selamat Beribadah.

Tuhan Yesus menyertai dan memberkati. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Image by Freepik

Comments

comments