“Aku kepikiran suatu saat kita bisa berdampak ke orang yang mengalami disabilitas.” Pernyataan ini dilontarkan Ribka beberapa bulan yang lalu. Saat itu, Ribka baru habis beli jajan depan SLB(Sekolah Luar Biasa) dekat tempat kami tinggal.
Melihat SLB itu muncul keinginan Ribka untuk melayani mereka. Caranya belum tahu. Untuk kesana juga masih membingungkan. Kami diskusikan bagaimana caranya supaya tidak dicurigai, karena motivasi kami cuma ingin menolong dan berdampak ke mereka.
Kami mendapat satu jalan. Mungkin kalau bakery yang kami rintis berkembang dan punya toko, kami bisa memperkerjakan mereka. Setidaknya satu orang saja sudah membuat kami sangat bersyukur. Oke, kami harus semangat untuk cari cuan lewat bakery ini dulu 😁. Begitulah jalan yang menurut kami bisa dilakukan untuk berdampak ke kelompok rentan disabilitas.
Bulan lima yang lalu, lebih tepatnya sehari sebelum ulang tahunku, Ribka dihubungi sama salah satu mentor Rumah BUMN di kelas khusus berbahasa Inggris untuk womanpreuner. Dia ngajak Ribka ketemu. Dan kami sepakati, setelah kami makan siang merayakan ulang tahunku baru Ribka ketemu dan aku sama Blessa balik ke rumah.
Pertemuan Ribka itu ternyata tujuannya mengajak kami untuk terlibat di Yayasan Bunga Bali. Karena kakak ini menjadi pembina di Yayasan Bunga Bali. Langkah pertama kerjasamanya pengadaan hampers. Selanjutnya melatih kelompok rentan di Yayasan Bunga Bali ini untuk lebih mandiri kedepannya.
Ribka bertanya ke mentor ini. Kenapa kami dipilih? Dan Ribka juga menceritakan keinginannya sebelumnya untuk berdampak ke kelompok disabilitas. Bukan kebetulan, ternyata ini sudah jalan yang dirancang Tuhan. Kakak itu beralasan memilih kami, karena setelah mencoba produk Memori Cake Bali, melihat packaging yang menarik, dan mengikuti konten demi konten yang dibuat Ribka di IG. Hasil kerja keras Ribka dalam membuat ribetnya konten akhirnya membuahkan hasil yang tidak terduga 😊.
Setelah selang beberapa bulan dari pertemuan ini kami ke Yayasan Bunga Bali langsung bertemu dengan mereka. Senang sekali bisa langsung melihat kegembiraan mereka. Keinginan kami juga mereka sangat sambut dengan hati riang.
Yohanes 15:16
Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.
Dari ayat ini memberkati kami. Bukan kami yang memilih Yayasan Bunga Bali, tapi Tuhan yang memilihkan Yayasan Bunga Bali untuk kami.
Kami belajar juga ternyata apa yang kami minta dikabulkan Tuhan. Caranya memang tidak terduga. Kami berpikir selama kami memiliki kesempatan, setidaknya bisa berdampak. Dan kami memang memilih untuk melayani seperti ini.
Lukas 11:9
Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.
Sebagai penutup mari menyanyikan lagu wajib Sekehe Bali 😁.
Hidup ini adalah kesempatan
Hidup ini untuk melayani Tuhan
Jangan sia-siakan waktu yang Tuhan bri
Hidup ini harus jadi berkat
Oh Tuhan pakailah hidupku
Selagi aku masih kuat
Bila saatnya nanti
Ku tak berdaya lagi
Hidup ini sudah jadi berkat
Terima kasih. Tuhan memberkati
Denpasar, 180723
![]() |
Ian Bangun, Couplepreneur dengan istri di bidang Bakery dengan brand Memori Cake Bali. Dari jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan, Unpad dan sekarang jadi tukang roti. Di sela kesibukan baking dan mengurus anak masih sangat senang untuk menulis. Fokus menulis untuk menceritakan kebaikan Tuhan dari setiap proses kehidupan yang dialami. |
Image by Freepik


