Penyaliban Yesus Adalah Rencana Allah

Viewed : 1,662 views

Matius 16:21-23
Sejak waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.
Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia, katanya: “Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau.”
Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: “Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.”

Di kalangan orang Kristenpun masih ada terus yang bertanya mengapa Yesus harus disalib. Apalagi orang yang tidak percaya, mereka merasa hal itu suatu kebodohan. Dicemooh.

Dalam teks ayat di atas, awalnya Petrus yang sudah sekian lama bersama Yesus, juga tidak percaya bahwa Yesus harus disalib. Bahkan Petrus dengan beraninya berusaha mencegah agar Yesus jangan disalib. Sampai-sampai Yesus marah kepada Petrus dan berkat, “Enyahlah iblis… …”

Penyaliban Yesus adalah satu-satunya cara dan jalan agar manusia selamat. Tidak ada alternatif lain untuk membayar hutang dosa manusia. Untuk itulah Dia datang! Hal itu adalah rencana Allah.

Bila Yesus tidak disalib, maka tidak ada keselamatan. Di manapun Injil diberitakan, intinya adalah bahwa Yesus sudah disalibkan… Dia telah mati mengucurkan darah-Nya sebagai solusi dan jalan keluar dari ancaman hukuman kekal atas seluruh manusia.

Apabila berita kematian Yesus disembunyikan bahkan mungkin berusaha ditiadakan orang, itu bukanlah Injil… meskipun yang menceritakannya orang hebat. Hal itu melawan apa yang dipikirkan dan direncanakan Allah.

Kiranya kita tidak usah lagi bertanya mengapa Yesus disalibkan… apalagi tidak percaya… jauhlah!

Bagi kita sederhana dan simpel saja; kita menerima sepenuhnya bahwa Yesus telah mati sebagai korban atas dosa-dosa kita. Terima Yesus dalam hati sebagai Tuhan… sebagai jembatan untuk kita dapat datang kepada Allah.

Selanjutnya mari kita bersyukur atas solusi yang Allah berikan untuk bebaskan kita dari hukuman dosa. Marilah semakin teguh bertumbuh untuk mengenal Dia. Taat kepada Dia!

Selamat beraktifitas

Tuhan Yesus menyertai dan memberkati. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung.

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Photo by Murilo Soares

Comments

comments