“Geser dikit kesini.”
Banner yang berwujud kayu itu digeser dan diletakkan di pinggir jalan. Setelah banner kayu itu terletak, seseorang yang berbicara tadi balik badan dan melangkah.
Dia lewat di depan meja kami. Langkahnya pelan dan kakinya agak diseret. Tidak lupa sambil melangkah dia melemparkan senyum.
Saat itu kami lagi open tenant di salah satu event yang berlokasi di Canggu Station. Kami berkolaborasi dengan Uling Bali dan Sabeens Pastry. Selain menjalin silaturahmi dengan pedagang lain, tujuan kami kolaborasi ini supaya biayanya lebih murah untuk memperkenalkan Memori Cake Bali di event tersebut 😁.
Kembali lagi ke topik sebelumnya. Seseorang yang berjalan di depan meja kami itu mungkin umurnya di kisaran 60 atau 70 tahun. Dia juga ikut berjualan di event tersebut. Tenantnya dia sebenarnya agak di belakang, jadi dia meletakkan banner jualannya di depan. Banner cendol yang ukuran agak besar cukup menarik perhatian orang untuk berkunjung.
Selepas acara hari itu dan ketika aku sudah sampai rumah. Aku ceritakan ke Ribka mengenai event hari itu. Tidak lupa kuceritakan mengenai seseorang yang berjalan depan meja kami tersebut. Ribka menanggapi sembari bertanya “Apakah itu cendol de Kraton?” Aku mengiyakan. Ribka kembali menimpaliku, “itu eyang yang kuceritakan waktu itu. Dia luar biasa loh, semangatnya tinggi sekali. Sering dia ikut pameran.”
Aku ingat sebelumnya ketika Ribka sehabis ikut kelas tentang pelaporan keuangan di Rumah BUMN Denpasar, dia membawa keripik singkong. Brand keripik itu adalah Keripik Eyang. Dan pemiliknya memang beneran seorang eyang. Perempuan usia lanjut yang penuh dengan semangat.
Apa yang istimewa dengan eyang ini?
Di umurnya yang sudah sangat senior, semangatnya untuk belajar dan berusaha sangat besar. Pertemuan pertama Ribka dengan eyang itu saat itu di kelas mengenai laporan keuangan. Pembahasan yang njelimet dan banyak orang menghindari soal materi ini 😅. Tapi, eyang ini begitu semangat dan antusias untuk mengikutinya. Dia info juga kalau bersamaan dengan kelas itu, dia juga lagi ikut jualan pada event di Level 21. Tempat ini salah satu mall di Denpasar.
Eyang ini begitu antusias untuk ikut pameran dan kelas-kelas yang berguna untuk UMKM. Tidak jemu dia terus melakukan branding untuk produknya. Keripik Eyang dan Cendol de Keraton.
Pertemuan Ribka selanjutnya dengan eyang ini di acara UMKM yang mengundang menteri pak Sandiaga Uno. Tetap dengan vibes positif dan tidak lupa untuk terus tersenyum. Auranya eyang ini sangat memberikan motivasi.
Aku penasaran dengan eyang ini dan menelusuri sepak terjangnya di medsos. Ternyata dia membuat akun jualan di IG. Di situ terlihat dari tahun-tahun sebelumnya eyang ini sudah mengikuti beberapa event untuk branding produknya. Terlihat juga pak Sandiaga Uno dan istri berfoto dengan eyang dan produknya. Sungguh sangat luar biasa.
Eyang ini memang belum pernah ada berbicara ke aku. Akan tetapi, apa yang sudah dilakukannya sangat memotivasi. Eyang ini melecutkan kembali semangat kami untuk terus belajar dan branding. Terima kasih eyang untuk motivasi tanpa katamu.
Tuhan memberkati.
Denpasar, 050323
![]() |
Ian Bangun, Couplepreneur dengan istri di bidang Bakery dengan brand Memori Cake Bali. Dari jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan, Unpad dan sekarang jadi tukang roti. Di sela kesibukan baking dan mengurus anak masih sangat senang untuk menulis. Fokus menulis untuk menceritakan kebaikan Tuhan dari setiap proses kehidupan yang dialami. |


