Aku Bekerja Lebih Keras Dari Pada Mereka Semua

Viewed : 545 views

1 Korintus 15:9-10
Karena aku adalah yang paling hina dari semua rasul, bahkan tidak layak disebut rasul, sebab aku telah menganiaya Jemaat Allah.
Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku.

Alkisah….
Seorang petinggi negeri, setelah makan siang, dia selalu masuk ke ruangan khusus di kantornya. Di ruang itu, sejenak dia mengganti pakaiannya dengan pakaian compang-camping dan memakai sendal jepit kumal. Lantas dia bercermin melihat dirinya. Oh… tidak menarik sama sekali…

Dengan melakukan seperti itu, dia bercermin melihat ke masa lalunya betapa dulu dia miskin dan tak berarti. Namun betapa syukurnya dia sekarang dapat menjadi seorang petinggi negeri. Hal ini membuat dia sungguh-sungguh melayani dan mengabdi kepada negeri. Dia melakukan apa yang terbaik. Dia tahu diri.

Rasul Paulus ungkapkan ketidaklayakannya sebagai rasul. Dia ingat siapa dia dulu sebagai penganiaya jemaat Tuhan. Namun oleh anugerah dan kasih karunia, dia telah berjumpa dengan Yesus.

Paulus berubah total seratus delapan puluh derajat; dari membenci menjadi sayang kepada Yesus. Dia berubah dari penganiaya menjadi pemelihara dan penuntun jemaat. Paulus berubah dari usahanya memusnahkan orang percaya menjadi pribadi yang ingin dan rindu agar sebanyak mungkin orang sungguh percaya dan menerima Kristus. Paulus menjadi murid tulen Yesus Kristus.
Sungguh luar biasa dan ajaib Tuhan bekerja dalam diri Paulus.

Sejatinya Paulus, dapat kita lihat dalam perkataannya…

Filipi 3:10
Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya.

Marilah kitapun juga sejenak merenungkan siapa kita dulu, sebelum berjumpa dengan Yesus. Kita dulu terhilang. Dalam ketidakberdayaan dan ketidaklayakan, kita ditebus dan diangkat menjadi anak-Nya.
Puji Tuhan!

Walau kita tidak seluarbiasa dan tidak sehebat Paulus, namun mari kita bersyukur kepada Tuhan atas keselamatan kita.

Mari kita berubah menjadi seperti apa yang Yesus kehendaki!

Mari kita menjadi murid sejati Yesus!

Bila kita memilih menjadi murid sejati Yesus yang selalu belajar kepada Dia, itulah pilihan terbaik!
Pilihlah!

Selamat beraktifitas.

Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Photo by Luigi Estuye, LUCREATIVE® on Unsplash

Comments

comments