Matius 5:13
Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.
Tuhan Yesus menegaskan kepada setiap murid-Nya, “Kamu adalah garam dunia … … …”
Dunia butuh garam. Bayangkan saja bila garam tidak ada lagi dijual di tempat dimana biasa kita beli, kita akan mencari dimana-mana hingga ketemu. Sebab kita butuh.
Bayangkan juga bila garam di dapur tidak berasa asin… tawar, maka akan dibuang. Atau kitapun bertanya-tanya apa sebabnya.
Kita sebagai garam, bagaimana kira-kira perasaan orang-orang sekitar terhadap kita? Apakah terasa maknanya kita ada bagaikan garam?
Mungkin kita tidak populer dan tak terasa maknanya kita secara meluas. Mungkin kita dalam lingkup kecil saja. Bahkan mungkin hanyalah sederhana dalam keluarga kecil kita saja. Itupun tak mengapa. Adakah arti dan maknanya kita?
S e m o g a !
Selamat beraktifitas
Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin.
Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Photo by Eva Bronzini




