341. Fisik – Konflik

Viewed : 309 views

“…juga orang tidak dapat mengatakan: Lihat, ia [KA] ada di sini atau ia ada di sana!” (Lukas 17:20,21). Penjelasan lanjut Mesias tentang Kerajaan Allah (KA) bukannya membuat perkara lebih jelas. Bagaimana mungkin suatu kerajaan tidak ada lokasinya di atlas? Negara macam manakah yang wilayahnya tidak ada batas?

Lihatlah bola dunia! Dikau dengan segera maklum arti garis-garis yang memisahkan setiap negara. Itu garis yang membatasi suatu wilayah. Di daerah itulah berdaulatnya suatu pemerintah. Setiap orang yang hidup di wilayah tersebut tunduk kepada aturan, ketentuan yang mengatur hak dan kewajiban.

Setiap pemerintah berjuang habis-habisan mempertahankan kedaulatan. Segala cara dilakukan, nyawa pun dikorbankan agar wilayah negara dapat dipertahankan. Karena keberadaan suatu negara bergantung kepada wilayah kekuasaan.

Dan KA tidaklah demikian, KA tidak dibatasi garis ini atau pun garis yang di sana!

KA kerajaan yang tidak seperti yang biasa dikenal, ini tidak normal. Tanpa batas wilayah, tidak dapat dikekang keberadaannya di suatu daerah. Terlepas dari batasan fisik, bebas dari ciri-ciri spesifik.

Sebagai bukti kedaulatan, maka setiap pemerintah ada lambang kekuasaan. Simbol yang menyatakan bahwa di mana panji itu dikibarkan di situ tanda kehadiran negara yang bersangkutan.

Di bulan kemerdekaan ini, panji merah putih berkibar di seantero negeri. Lagu perjuangan dikumandangkan. Di mana bendera dikibarkan, disitulah tanda kedaulatan negara dihadirkan. Dan setiap negara memiliki lagu kebangsaan, simbol kebanggaan.

Bila suatu kawasan masih dalam status sengketa, masih diperebutkan, maka jika ada panji berkibar berarti negara yang bersangkutan yang memenangkan perkara. Baik itu didapat dengan senjata maupun dengan permaianan kata-kata.

Dan KA tidaklah demikian, KA tidak dibatasi lambang ini atau pun pujian seperti yang di sana!

Bukan saja tidak ada kait mengkait dengan wilayah geografi, KA tidak terikat oleh kehadiran panji-panji. Tanda salib di suatu bangunan bukanlah tanda khusus bahwa KA hadir di sana! Sebaliknya, walau suatu kawasan, di mana-mana berkibar lambang agama seberang, bisa jadi justru KA nyata hadir walau tidak bisa dipandang.

Kerajaan agama fokus kepada penguasaan wilayah dengan berlomba menghadirkan bangunan ibadah. Dikau dengan mudah dapat menebak, karena setiap bangunan panjinya jelas tampak. Bila tanda fisik itu bertambah banyak, maka agama itu pertumbuhannya cepat menuju puncak.

Jangan goyang iman, jika diberitakan semakin banyak gedung dengan ciri kekristenan disingkirkan dan diganti dengan lambang berlainan. Usah gentar, jika yang meninggalkan agama Kristen semakin menular. Kiri kanan semakin berkibar lambang lain iman. Kerajaan agama memang fokusnya kepada hal-hal yang demikian.

Dan KA tidaklah demikian, KA tidak berlomba untuk hal-hal fisik yang kelihatan!

Karena perkara fisik akan menjadi sumber konflik. Lihat Timur Tengah, konflik turun temurun tidak sudah-sudah. Hanya karena sebuah bangunan yang bersejarah, seluruh dunia dibuatnya gerah. Bukankah di tanah air jelas sudah, hanya karena tempat ibadah, pusinglah dibuatnya pemerintah.

KA tidak terdeteksi secara fisik. Laksana negara tanpa wilayah, kerajaan tanpa simbol kekuasaan, pemerintah tanpa aturan, bangsa tanpa nyanyian kebangsaan. Tidak terikat kepada suatu bentuk, KA ganjil gak mau nurut. Tidak sesuai dengan norma yang umumnya dituntut. Karena seperti kata Sang Raja: “Kerajaan-Ku bukan dari dunia… (Yohanes 18:36).

Demikianlah KA akan selalu menjadi kabar baik bagi dunia yang sakit. Kerajaan agama berlomba ke hal-hal fisik. Tidak heran di mana-mana terjadi konflik. KA tidak memusingkan diri dengan hal-hal fisik. Di mana pun KA hadir, semua jadi cair, damai sejahtera mengalir. (nsm)

NSM adalah seorang awam yang bak musafir yang senantiasa merindukan Air Hidup di padang pasir nan tandus walau hanya setetes.


Telah terbit buku “Misteri Romantika Ilahi“,”Divine Love Story” dan “The Great Dance of Divine Love” karya NSM

Comments

comments