Bagaikan Kerinduan Rusa Akan Air

Viewed : 582 views

Mazmur 42:1-2
Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah.
Jiwaku haus kepada Allah, kepada Allah yang hidup. Bilakah aku boleh datang melihat Allah?

Dalam tayangan TV atau video, banyak ditunjukkan kumpulan rusa mendekat ke sebuah sungai atau danau untuk minum. Terlihat mereka begitu haus. Terkadang bahkan ada buaya yang menggunakan kesempatan untuk menerkam.

Rusa itu yang berisiko tinggi ketika mendekat ke air, namun karena air adalah kebutuhannya, maka tetap saja datang ke air untuk minum.

Penulis Mazmur menggambarkan dirinya bagaikan rusa yang rindu dan butuh akan air, begitulah dia merindukan Tuhan. Walau banyak tantangan, namun kerinduannya akan Allah tak dapat dihalangi. Ia haus akan Tuhan.

Bagaimana dengan kita?

Apa hambatannya yang membuat kita tidak rindu dan tidak haus akan Dia?

Hambatannya mungkin lebih karena kita merasa kurang dekat dengan Dia. Banyak yang merasa Allah jauh dan abstrak. Hubungan dengan Tuhan serasa kaku, kering, dan beku.

Mari kita memperdalam kedekatan kita dengan Dia. Mari terus membina hubungan yang baik dengan Tuhan. Ini penting dan perlu, sebab itulah kekuatan spirit utama kita.

Sebelum memulai seluruh aktifitas kita, mari terlebih dahulu datang berdoa kepada Dia. Bukalah hati untuk mendengar suara-Nya melalui mendengar dan membaca serta merenungkan firman-Nya yang tertulis.

Biarlah kitapun juga seperti pemazmur berkata, “Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah. Jiwaku haus kepada Allah, kepada Allah yang hidup. Bilakah aku boleh datang melihat Allah?”

Selamat beraktifitas.

Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Photo by Simon Greenwood on Unsplash

Comments

comments