Filipi 4:13
Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.
Dengan menggunakan teropong, seorang anak berdiri di jendela melihat ke arah keramaian di sudut jalan. Cara itu mengakibatkan obyek yang terlihat menjadi semakin kecil.
Ayahnya lantas mendekat dan mencoba membetulkan pemakaian teropong itu agar dapat mengamati benda dengan lebih besar dan jelas serta tidak terbalik. Anaknya menolak dan mengatakan bahwa ia sedang mengamati gerak-gerik seorang teman yang sering bertengkar dengannya.
Sosok temannya itu sering menjadi ancaman yang menakutkan karena sering berkata kasar menyakitkan dan suka memukul. Oleh karena itu, dengan memakai teropong terbalik, dia akan melihat temannya yang nakal itu menjadi lebih kecil dari yang sebenarnya sehingga perasaan takutnya menjadi berkurang.
Teropong apa yang sering kita gunakan untuk meneropong masalah kita?
Barangkali karena teropong kita sedemikian rupa, sehinga membuat masalah yang kecil pun menjadi lebih besar dari yang sebenarnya dan menyeramkan. Akibatnya kita menjadi takut.
Cobalah meneropong masalah yang memang menakutkan itu dengan cara seperti anak tadi meneropong teman yang sakaligus dirasakan sebagai musuhnya… membalikkan masalah itu kepada Tuhan, bukan melihat diri dan kemampuan kita yang kecil. Teroponglah dengan teropong Allah.
Lihatlah dan percayalah dengan kemampuan Allah, niscaya kita akan lebih kuat dan dimampukan untuk menghadapi setiap masalah yang ada.
Bersama Allah kita mampu menghadapi perkara-perkara besar yang nampaknya kompleks.
Selamat Hari Minggu.
Selamat Beribadah.
Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita senantiasa.
Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Filipi 4:13
Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.
Photo by Edryc James P. Binoya on Unsplash




