Prinsip Saling Tolong-menolong

Viewed : 1,992 views

Roma 1:1-3
Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kese-nangan kita sendiri. Setiap orang di antara kita ha-rus mencari kesenangan sesama kita demi kebaikan-nya untuk membangunnya. Karena Kristus juga ti-dak mencari kesenangan-Nya sendiri

Seahli-ahlinya dan serapi-rapinya tukang potong rambut, kalau dia mau memotong rambutnya, dia akan mencari orang lain untuk memotongnya. Kecuali kalau dia tidak mau rambutnya rapi.

Begitupun seorang dokter ahli bedah, mungkin saja dia sudah banyak pengalaman berhasil menolong pasien yang harus dioperasi. Tetapi tetap saja meskipun ahli, pada saat dia harus dibedah, haruslah ada dokter lain yang menolong dia untuk dibedah. Kecuali kalau dia tidak mau hidup lagi, dia dapat memotong dan membedah sendiri tubuhnya.

Saling menolong dan saling mengisi tetap dibutuhkan dalam hidup ini.

Secara rohanipun demikian. Perlu terus menerus ditumbuhkan prinsip saling tolong-menolong, saling memperhatikan dan saling melayani di antara orang-orang percaya.

Tidak ada orang yang betul-betul kuat dan tidak lagi membutuhkan orang lain. Semua kita saling memerlukan satu sama lain.

Mungkin sekarang kita yang harus menolong dan menguatkan orang lain, tetapi besok-lusa atau di waktu yang akan datang, justru kitalah yang membutuhkan pertolongan untuk dikuatkan.

Ketika seseorang dalam posisi kuat, haruslah dia mau dan rela menolong orang yang tidak kuat.

Orang yang berada dalam posisi berlebih haruslah mau memperhatikan orang yang kekukurangan.

Masalahnya adalah kita sering tidak merasa peduli. Keberadaan kita yang sebenarnya memiliki ”kekuatan” dan ”berlebih” serasa tak bermakna karena tidak rela berbagi kepada orang yang butuh.

Kita sering merasa bahwa kitapun masih kurang dan akhirnya hanya hidup untuk diri sendiri.

Tidak harus pemberian secara materi. Mungkin secara materi kita kurang, tetapi kita kaya dalam bentuk lain… bagikanlah!, sehngga orang lesu menjadi bersemangat.

Kita diberi tanggung jawab oleh Tuhan untuk menguatkan orang-orang agar mereka tetap teguh dan kokoh dalam Tuhan. Dengan demikian kita sekalian sebagai anggota tubuh Kristus akan semakin kuat dan tangguh.

Ibrani 10:24
Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik.

Selamat beraktivitas.

Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Photo by Nick Fewings on Unsplash

Comments

comments