Markus 9:24
Segera ayah anak itu berteriak: “Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini!”
Suatu ketika ada seorang ayah membawa anaknya kepada Yesus untuk disembuhkan. Anaknya itu diganggu kuasa gelap sejak kecil. Kuasa jahat itu membisukan dan sering membawa anak itu ke situasi berbahaya. Sudah dibawa kepada murid-murid Yesus, tapi tetap tidak sembuh juga.
Tuhan Yesus menegur akan ketidakpercayaan mereka. Yesus berkata, “Hai kamu angkatan yang tidak percaya, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu? Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kamu? Bawalah anak itu ke mari!” (Markus 9:19).
Akhirnya anak itu dipulihkan.
Murid-murid bertanya mengapa mereka tidak dapat mengusir roh jahat itu. Lalu Yesus berkata, “Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa.” (Markus 9:29).
Kitapun harus berkata dengan tulus betapa sering kita berada dalam situasi antara percaya dan tidak percaya kepada Tuhan. Antara percaya dan tidak percaya akan kuasa-Nya.
Percaya kepada kuasa Tuhan sering amat pelik dan menjadi sesuatu yang sulit karena kita dibatasi oleh akal dan logika. Logika tentu tetap perlu, tetapi bila logika saja dikedepankan, maka kuasa Tuhan sulit diterima.
Ada banyak orang mengeritik kebenaran kuasa Tuhan dan membuat opini tertentu untuk mempengaruhi orang lain agar menjadi tidak percaya kepada kuasa Tuhan.
Banyak buku-buku yang nampaknya bermutu memuat pendapat orang ternama, tetapi isinya menyesatkan iman kita karena tidak lagi mengetengahkan bahwa Tuhan berkuasa.
Sebenarnya percaya kepada Tuhan adalah perkara yang sederhana. Cukup dengan mengakui keterbatasan kita dan yakin bahwa kuasa Tuhan itu nyata dan luar biasa!
Pengalaman menunjukkan bahwa orang-orang yang merendahkan hatinya, tekun berdoa dan taat kepada Tuhan dalam hidupnya; mengalami banyak pengalaman iman dalam bentuk kuasa Ilahi dan mujizat yang menyegarkan. Tetapi orang yang tidak percaya tidak mengalaminya.
Tentu saja tidaklah berarti bahwa iman kita bergantung kepada pengalaman mujizat. Mujizat sebagai pernyataan kuasa Tuhan adalah hak Allah untuk memberikannya kepada kita, akan tetapi haruslah diyakini bahwa kuasa Tuhan itu tetap berlaku dan kita dapat mengalaminya bila Tuhan merasa bahwa hal itu baik bagi kita.
Maka… di tengah-tengah seringnya kita ragu kepada kuasa Allah, marilah juga kita dengan tulus seperti ayah anak yang kerasukan roh jahat itu; mari berkata, “Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini!”
Niscaya Tuhan akan menolong kita. Kita yakin dan percaya itu.
P u j i T u h a n !
Selamat beraktivitas.
Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin.
Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Photo by Annie Spratt on Unsplash




