Ibrani 10:22
Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni.
Bila manusia bercermin kepada aturan atau standar hidup yang semestinya dilakukan, apalagi bila dipakai standar Allah, manusia pasti mengakui bahwa dia tidak mampu mengikutinya.
Aturan atau hukum-hukum Allah menunjukkan bahwa manusia tidak mampu berbuat apa yang menjadi kehendak Allah. Hukum atau aturan itu tidak akan dapat membersihkan manusia… tidak dapat membebaskan manusia dari pelanggarannya.
Hukum-hukum yang ada hanyalah menyadarkan manusia tentang keadaannya yang berdosa beserta apa sanksinya. Hukum tidak akan pernah membebaskan manusia dari dosa.
Setelah manusia disadarkan akan dosanya, apa yang harus dia lakukan agar bebas dari dosanya itu?
Jawabannya adalah datang kepada Tuhan Yesus Kristus, karena Dia yang dapat membebaskan manusia dari dosa.
Darah Yesus yang mengalir di kayu salib adalah seumpama air suci yang berkuasa membersihkan seluruh dosa manusia.
Darah Yesus yang memiliki kesanggupan untuk mentahirkan manusia dari dosanya dan kemurahan Allah dalam Kristus sajalah yang dapat membebaskan manusia dari hutang dosa.
Karena itu siapapun kita, bila ingin terlepas dari belenggu maut sebagai akibat dosa… jangan tunda-tunda lagi, datanglah kepada Yesus dan bukalah hati serta terimalah Dia.
Dia akan menyucikan kita dari segala dosa. Darah Yesus berkuasa membebaskan kita dari kutuk dosa yang mematikan.
Setelah menerima pengampunan dalam Kristus, bertobatlah dari dosa-dosa lama. Jangan lakukan lagi segala kenajisan yang menjauhkan kita dari Allah, tetapi hiduplah dalam kebenaran sebagaimana Allah telah tetapkan dalam firman-Nya.
Selamat beraktivitas.
Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin.
Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Image by lbrownstone from Pixabay




