Kebutuhan Akan Makanan Jiwa Kita

Viewed : 928 views

Yohanes 6:27
Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya.

Masalah pangan… apa yang akan dimakan… adalah satu masalah pokok dalam kehidupan manusia. Tidak sedikit orang yang khawatir dan cemas memikirkan tentang kebutuhan pokok ini. Tidak sedikit pula yang masih bermasalah dengan hal ini.

Bila harga-harga kebutuhan pokok sehari-hari naik (termasuk makanan), maka ini sangat berpengaruh dan dapat menimbulkan suasana rawan.

Persoalannya adalah: ”Seberapa besar keyakinan kita bahwa Allah sungguh peduli akan kebutuhan manusia dalam hal makanan?”

Yang jelas Tuhan Yesus pernah berkata, ”Janganlah kuatir akan hidupmu,akan apa yang hendak kamu makan atau minum” (Matius 6:25)

Ada 2 hal yang perlu kita renungkan :

  1. Allah tidak menahan rejeki yang memang menjadi bagian hidup kita. Yang penting kita menyediakan jalan dan caranya, agar melalui itu Allah mencukupkan apa yang kita perlu.

2.Kita tidak hanya perlu makanan jasmani saja, tetapi ada kebutuhan lain yang sering terabaikan, yakni kebutuhan akan makanan jiwa kita… firman Allah.

Seberapa keinginan kita untuk selalu menyediakan waktu memberikan makanan bagi jiwa dan rohani kita?

Biarlah Tuhan mencukupkan kebutuhan pokok jasmani kita.
Biarlah kita juga senantiasa haus dan lapar akan makanan rohani.
Itu yang membuat kita kuat.

Selamat beraktivitas.

Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Photo by Cassidy Rowell on Unsplash

Comments

comments