Amsal 3:5-8
Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu. Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan TUHAN dan jauhilah kejahatan; itulah yang akan menyembuhkan tubuhmu dan menyegarkan tulang-tulangmu
Dengan hati yang bahagia. maka semua hal dalam hidup ini dapat dijalani dan dinikmati dengan penuh semangat. Sebaliknya bila hati sedih, maka hidup ini terasa suram dan tak dapat dinikmati… hilanglah sukacita.
Kehidupan kita sebetulnya kurang lebih sama saja, tidak ada orang yang tak bermasalah. Ke depanpun pasti akan selalu ada masalah.
Masalah hidup tidak mungkin hilang begitu saja. Hanya bentuk dan kadarnya saja yang berbeda-beda. Oleh sebab itu sebetulnya yang penting adalah sikap hati kita dalam menghadapi masalah yang ada.
Agar kita dapat melewati seluruh perjalanan hidup kita dengan baik, maka yang terpenting adalah keyakinan kita akan penyertaan Allah.
Kita harus akui bahwa sebetulnya kita sering rapuh tak berdaya apa-apa. Kita tidaklah kuat. Kita tidak dapat menghadapi hidup ini dengan kemampuan sendiri.
Kekuatan dan daya tarik dunia untuk menghancurkan kita jauh lebih hebat dan kuat. Namun kekuatan Tuhan di atas itu.
Kemenangan hanya mungkin kita peroleh bila kita bersandar kepada-Nya.
Andalkanlah Tuhan.
Bersandar kepada Tuhan Dia andalan kita. Dengan itulah kita beroleh sukacita penuh yang memampukan kita bernyanyi riang dan menari menjalani hidup yang sungguh amat singkat ini.
Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita. Amin.
Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Photo by Tim Hüfner on Unsplash




