Wahyu 3:7-8
Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Filadelfia: Inilah firman dari Yang Kudus, Yang Benar, yang memegang kunci Daud; apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka.
Aku tahu segala pekerjaanmu: lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorangpun. Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa, namun engkau menuruti firman-Ku dan engkau tidak menyangkal nama-Ku.
Dalam pandangan kita, kemampuan dalam segala hal selalu penting dan itulah yang kita cari-cari, namun Tuhan tidak melihat sejauh mana kita mampu. Dia yang mampu mengendalikan segala situasi. Situasi burukpun dapat Tuhan ubahkan menjadi kebaikan bagi orang-orang yang percaya kepada-Nya.
Kita terus-menerus perlu diingatkan akan campur tangan Tuhan menguasai hidup kita.
Meskipun kita memiliki kemampuan kecil, tetapi bila Tuhan beserta kita dan kita yakin itu sepenuhnya, kita akan kuat… spirit dan mental kita akan tangguh.
Sebaliknya, bila kita merasa diri kuat, dan itu saja diandalkan tanpa penyertaan Allah, kekuatan kita dalam hal apapun tidak menjamin, bahkan dapat menjadi sia-sia.
Pesan penting kepada jemaat Filadelfia dalam ayat di atas adalah juga pesan penting bagi kita. Kita disuruh untuk bersandar dan mengandalkan Tuhan yang berkuasa membuka dan menutup segala pintu-pintu hidup kita, terutama pintu kebahagiaan.
Bagian penting kita adalah menuruti firman-Nya dan tidak menyangkal nama-Nya.
Semoga bagian penting ini juga penting bagi kita dan utamakan itu dalam hidup ini, terlebih dalam menghadapi situasi tak menentu saat ini, dimana kita ragu melihat situasi sekeliling yang serba sulit oleh tekanan wabah yang berakibat merembet ke seluruh lini hidup kita.
Allah Bapa Yang Maha Setia melindungi, menyertai dan memberkati kita. Amin.
Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Image by Jackson David from Pixabay




