Kebesaran Allah Kita

Viewed : 1,907 views

Mazmur 86:8-13
Tidak ada seperti Engkau di antara para allah, ya Tuhan, dan tidak ada seperti apa yang Kaubuat.
Segala bangsa yang Kaujadikan akan datang sujud menyembah di hadapan-Mu, ya Tuhan, dan akan memuliakan nama-Mu.
Sebab Engkau besar dan melakukan keajaiban-keajaiban; Engkau sendiri saja Allah.
Tunjukkanlah kepadaku jalan-Mu, ya TUHAN, supaya aku hidup menurut kebenaran-Mu; bulatkanlah hatiku untuk takut akan nama-Mu.
Aku hendak bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, Allahku, dengan segenap hatiku, dan memuliakan nama-Mu untuk selama-lamanya; sebab kasih setia-Mu besar atas aku, dan Engkau telah melepaskan nyawaku dari dunia orang mati yang paling bawah.

Ada begitu banyak karya manusia yang membuat kita berdecak kagum. Kita patut memberi penghargaan kepada karya dan kreasi mereka.

Salah satu misalnya, bayangkanlah bila teknologi informasi tidak maju, sementara pandemi saat ini membuat kita harus tinggal di rumah berjauhan dengan orang lain; apa jadinya?
• Kita tidak bisa berkomunikasi.
• Kita tidak bisa bekerja dari rumah.
• Kita tidak bisa melakukan aktivitas vital.
• Kita tidak bisa memesan makanan dan keperluan lain dengan online.
• Kita tidak bisa kebaktian online.
• Penulis tidak bisa menyampaikan pesan ini.
• Banyak lagi contoh lain.

Karya manusia tentulah anugerah Tuhan. Kaedah dan fenomena serta hukum alam yang mendasari karya manusia adalah bagian dari ciptaan dan kebesaran Allah.

Otak manusia yang cerdas dan pintar, itu Allah yang beri, meski banyak orang pintar tidak mengakui eksistensi Tuhan dalam hidupnya.

Sekalipun banyak manusia merasa dirinya hebat dan pintar, namun Allah yang membuat sel otaknya berfungsi untuk dapat berpikir dan menghasilkan begitu banyak aplikasi ilmu dan teknologi dalam semua bidang.

Karena itu bagaimana sikap dan penghargaan kita akan Allah?

Allah jauh lebih luar biasa dan lebih hebat daripada apa yang dapat kita lihat, pikirkan dan bayangkan tentang Dia.

Allah sanggup melakukan apapun di luar jangkauan nalar kita. Allah melebihi logika dan kecerdasan manusia. Allah menguasai hukum alam sebab Dia yang ciptakan. Tidak patut dan tidak bisa, bahkan tidak boleh kita bandingkan apapun dan siapapun dengan Tuhan.

Sahabat yang budiman…
Ingatlah bahwa kita ini seumpama debu saja… debu yang sering sombong, padahal begitu ringannya dihembuskan angin ke mana angin mau… dan arah angin itu diatur oleh hukum alam… dan hukum alam adalah ciptaan Tuhan.
Terlebih KITAPUN TIDAK TAHU kapan debu ini meninggalkan tempatnya dihembuskan terbang menuju ke dunia abadi bertemu menghadap SANG PENCIPTA.

Apa yang mau kita banggakan sebetulnya dengan diri kita ini di hadapan-Nya?
Tentu tidak ada!, selain mestinya kita hormat dan kagum serta takjub kepada Dia.

Manusia tunduk kepada hukum Alam, tetapi Allah berada di atas hukum alam yang dikenal manusia. Jadi seharusnyalah segenap keberadaan kita tunduk kepada Allah. Allah sungguh luar biasa dan tidak ada perkara yang sulit bagi-Nya.

Kagumkah kita kepada Allah?
Tentu sebagian besar, bahkan penulis berharap semua kita mengaku dan mengatakan, ”Ya dan amin!”
Semoga!
Puji Tuhan!

Sebagai bukti kekaguman kita terhadap Allah, marilah kita taat kepada-Nya dan tinggikanlah nama-Nya Yang Agung.

Dekat dan mendekatkan kepada Dia. Jangan menjauh dari Dia. Dia yang ada di dalam hati setiap kita yang telah percaya, sungguh berbahagia. Berbahagialah di dalam Kristus!

Selamat beraktivitas.

Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Photo by Mohamed Nohassi on Unsplash

Comments

comments