Kristus Merasakan Kelemahan Kita

Viewed : 780 views

Ibrani 4:15
Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.

Ketika pertandingan sepakbola Spanyol-Swis berlangsung, Swis kemasukan bola di awal-awal babak pertama. Lantas tampak istri saya agak sedih. Lalu saya tanya istri saya memihak ke mana.

Jawaban istri saya bahwa dia memihak yang lemah. Apakah Swis memang lemah dibanding Spanyol? Entahlah!

Setiap kali bola digiring pemain Swis, istri saya berseru, “Semangat… semangat… semangat!”
Ramai jadinya.

Ketika Swis berhasil menyamakan kedudukan 1-1 di babak 2, istri saya bersorak gembira. Namun ketika keluar kartu merah untuk Swis, jadi sedih lagi…

Walau kalah di adu penalti, namun pertandingan ini menarik untuk ditonton.

Mendengar istri berpihak ke yang lemah, maka muncul di benak saya, bahwa saya begitu lemah di hadapan Allah. Betapa saya tidak berdaya apa-apa sebetulnya.

Lantas saya diingatkan akan ayat dalam Ibrani 4:15 di atas bahwa Kristus merasakan kelemahan saya. Dia mengenal saya yang tak berharga ini.
Terima kasih Tuhan!

Tentu saja bukan kelemahan saya sebagai alasan Tuhan mengasihi saya, namun karena memang Allah Bapa full penuh kasih sayang kepada seluruh manusia.

Itulah alasan mengapa Kristus datang, dan dalam kedatangan-Nya itulah Dia menjadi seolah terbatas dan merasa lemah… ya… Kristus merasakan kelemahan kita seperti apa yang pernah dirasakan-Nya.

Sahabat…
Mari kita yang lemah ini datang kepada Dia agar kita menjadi kuat.

Mari buka diri dan buka hati kepada Kristus setiap saat. Biarlah firman-Nya menjadi kesukaan kita.Taati perkataan-Nya.

Dengan demikian, di tengah-tengah kelemahan kita, kita akan dikuatkan. Kita dihiburkan. Kita diangkat-Nya.
P u j i T u h a n !

Tetap semangat sahabat!

Tuhan Yesus menyertai dan menguatkan kita senantiasa. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Photo by Vienna Reyes on Unsplash

Comments

comments