Makanan Jiwa dan Rohani Kita

Viewed : 1,574 views

Yeremia 15:16
Apabila aku bertemu dengan perkataan-perkataan-Mu, maka aku menikmatinya; firman-Mu itu menjadi kegirangan bagiku, dan menjadi kesukaan hatiku, sebab nama-Mu telah diserukan atasku, ya TUHAN, Allah semesta alam.

Sebagian besar promosi makanan dan minuman disuguhi dengan konten yang jika dilihat dari sisi kesehatan kurang baik. Para produsen mengeruk untung besar dengan bantuan iklan.

Banyak orang yang mestinya tidak mengkonsumsi makanan tertentu, menjadi tergiur dan menjadi pelanggan aktif makanan tersebut. Akibatnya tentu sangat buruk bagi kesehatan.

Di beberapa tempat, hal lebih menyedihkan terjadi, dimana banyak makanan dibuat atau dicampur dengan zat-zat berbahaya seperti bahan pewarna dan pengawet.

Berbicara soal makanan memang selalu akan menarik karena tak dapat disangkal bahwa salah satu kenikmatan hidup terletak pada makanan. Bahkan ada seorang anak muda mengatakan bahwa bila nanti dia menjadi orang kaya, dia akan menikmati hidupnya melalui makanan yang enak-enak dan nikmat.

Di antara kita mungkin ada yang berkata seolah menyesali hidupnya dengan berkata, “Dahulu ketika masih muda; saat apapun masih bisa dimakan, makanan selalu terasa kurang. Orang tua selalu mengatakan makanlah seadanya dan jangan berlebihan. Namun sekarang saat daya beli sudah ada, ehh… malah dilarang. Jadi kapan nikmatnya hidup ini?”

Banyak orang begitu gemar dan tertarik berbicara soal makanan duniawi. Banyak orang menjadi pemburu makanan lezat… uang banyak dikucurkan untuk itu.

Bagaimana dengan makanan jiwa dan rohani kita?

Seberapakah di antara kita yang gemar berbicara tentang makanan surgawi yang kekal sifatnya?
Apakah kita haus dan lapar akan roti rohani sehingga kita mencarinya?

Berapa banyak uang telah habis dan akan berapa banyak lagikah dihabiskan untuk sekedar memenuhi keinginan menyantap makanan enak namun tidak sehat?

Berapa banyak upaya kita memenuhi kebutuhan rohani kita dengan roti hidup yang berdampak kepada kekekalan?

Tentu jawabannya ada pada diri kita masing-masing. Tubuh fisik kita tentu butuh makanan dan makanlah makanan sehat. Tapi JANGAN LUPA! untuk senantiasa memenuhi kebutuhan rohani kita dengan roti hidup yaitu Firman Allah.

Biarlah kita menjadi orang yang berbahagia dengan tidak berjalan menurut nasihat orang tak benar, tetapi sebaliknya kita suka dan haus akan roti hidup… firman Tuhan. firman-Nya menasihati kita. Itulah makanan rohani kita dengan merenungkannya siang dan malam.

Mazmur 1:1-2
Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.
Tuhan memberkati kita senantiasa. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Photo by Cesar Carlevarino Aragon on Unsplash

Comments

comments