Kecewa Kepada Allah

Viewed : 1,745 views

Mazmur 20:5-8
Kami mau bersorak-sorai tentang kemenanganmu dan mengangkat panji-panji demi nama Allah kita; kiranya TUHAN memenuhi segala permintaanmu. Sekarang aku tahu, bahwa TUHAN memberi kemenangan kepada orang yang diurapi-Nya dan menjawabnya dari sorga-Nya yang kudus dengan kemenangan yang gilang-gemilang oleh tangan kanan-Nya. Orang ini memegahkan kereta dan orang itu memegahkan kuda, tetapi kita bermegah dalam nama TUHAN, Allah kita. Mereka rebah dan jatuh, tetapi kita bangun berdiri dan tetap tegak”

Di saat-saat mengalami tekanan hidup yang berat, orang dapat menyesali kehidupannya dan protes kepada Allah. Terbersit dan terlontar dalam hati dan ucapannya, “Mengapa semua jadi begini?”.

Banyak orang protes merasa Allah tidak adil. Orang-orang seakan-akan membawa Allah ke “ruang pengadilan” dan menempatkan Allah di “kursi terdakwa”. Mereka menuduh, menumpahkan dan mengalamatkan kesalahan kepada Tuhan.

Ada yang sampai mencoba mencari allah lain menurut pikiran mereka, allah yang masuk di akal mereka. Ada yang curiga dan mengambil kesimpulan “Jangan-jangan Allah tidak ada”.

Benar seperti apa yang Firman Tuhan katakan, ”Adakah tanah liat berkata kepada pembentuknya: “Apakah yang kaubuat?” atau yang telah dibuatnya: “Engkau tidak punya tangan!” (Yesaya 45:9).

Apabila pandangan akan Allah tidak pas, maka selalu ada kemungkinan untuk menyalahkan Allah, protes kepada Allah, kecewa kepada Allah, merasa Allah tidak adil dalam keputusan-Nya.

Namun bila kita belajar memahami Allah dengan benar, maka kita akan dibawa kepada suatu pengertian dan keyakinan bahwa sesungguhnya Allah adalah Allah yang bijaksana.

Dengan otoritas-Nya, Allah akan selalu membawa kita kepada kebaikan demi kebaikan, bahkan membawa kita kepada kemuliaan yang tak terpikirkan sebelumnya.

Allah dengan segala jalan-jalan-Nya adalah sempurna adanya. Pemahaman seperti ini akan membawa kita menundukkan diri sepenuhnya dan kita diberikan semangat untuk menyembah Allah dengan hati dan sikap sempurna.

Dari hati kita akan terbit dan mengalir puji-pujian mengagungkan Allah. Akan tercipta suasana dan atmosfir Surga yang penuh dengan nyanyian baru serta pujian yang dikumandangkan oleh orang-orang yang telah ditebus Tuhan (Wahyu 14:3).

Suasana Surga dapat dihadirkan oleh kita yang telah ditebus oleh Allah di dalam Yesus Kristus. Suasana seperti ini akan membuat kita bersyukur kepada Allah dan mengalirlah damai.

Kita akan merasakan suasana hidup yang tenang dan damai meski kita berada di tengah badai sekalipun. Semua ini akan dapat kita nikmati bila kita takut dan hormat akan Tuhan, bila kita “BERSAMA” dengan Yesus Kritus Kekasih jiwa kita yang abadi.

Selamat beraktifitas.

Tuhan Yesus memberkati. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Photo by Claudia Wolff on Unsplash

Comments

comments