1 Korintus 15:9-10
Karena aku adalah yang paling hina dari semua rasul, sebab aku telah menganiaya Jemaat Allah. Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku.
Rasul Paulus yang semula bernama Saulus, luar biasa perubahan hidupnya. Dia membenci orang-orang yang percaya kepada Yesus. Saulus mengejar-ngejar dan menganiaya mereka.
Paulus ingin agar kekristenan hilang dan lenyap. Dia berupaya dengan caranya yang kejam mengusik orang-orang percaya. Orang-orang percaya sungguh takut dan gentar menghadapi Saulus.
Akan tetapi dalam perjalanannya mengejar orang-orang percaya ke Damsyik, perjumpaan Saulus dengan Yesus sungguh ajaib.
Sungguh bertolak belakang hidupnya dengan semula. Dia menyerahkan totalitas hidupnya kepada Tuhan.
Rasul Paulus menjadi sangat luar biasa dipakai Allah menjadi utusan-Nya. Paulus menjadi rasul Tuhan yang hidupnya penuh dengan Roh Kudus… ”Tetapi Saulus, juga disebut Paulus, yang penuh dengan Roh Kudus” (Kisah Para Rasul 13:9).
Ketika Paulus mengingat kembali tentang hidupnya yang lama, dia menatap dirinya dan berkata, “Karena aku adalah yang paling hina dari semua rasul, sebab aku telah menganiaya Jemaat Allah”
Begitulah kasih dan anugerah Allah yang amat besar dan mulia. Dia mampu mengubah hati orang. Meski Saulus muda yang hidupnya sangat menentang Kristus, namun dia dapat bertobat dan menjadi pengikut Kristus yang setia.
Melihat awal kehidupan Paulus yang begitu berseberangan dengan ajaran Yesus dan bagaimana dia bertobat dan menyerahkan hidupnya sepenuhnya kepada Allah, sungguh ini menjadi inspirasi dan pendorong bagi setiap orang percaya kepada Tuhan untuk bertumbuh, berubah dan berubah. Kita pasti bisa!
Berkat Allah menyertai setiap orang yang sungguh mencari Tuhan dan kebenaran-Nya. Marilah kita terus bertumbuh menjadi murid Kristus yang sejati.
Yesaya 50:4-5
“Tuhan ALLAH telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid. Tuhan ALLAH telah membuka telingaku, dan aku tidak memberontak, tidak berpaling ke belakang”.
Tuhan memberkati dan menyertai kita senantiasa. Amin.
Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Photo by Ismael Paramo on Unsplash




