1 Tawarikh 29:11-12
Ya TUHAN, punya-Mulah kebesaran dan kejayaan, kehormatan, kemasyhuran dan keagungan, ya, segala-galanya yang ada di langit dan di bumi! Ya TUHAN, punya-Mulah kerajaan dan Engkau yang tertinggi itu melebihi segala-galanya sebagai kepala.
Sebab kekayaan dan kemuliaan berasal dari pada-Mu dan Engkaulah yang berkuasa atas segala-galanya; dalam tangan-Mulah kekuatan dan kejayaan; dalam tangan-Mulah kuasa membesarkan dan mengokohkan segala-galanya.
Pujian dan penyembahan Daud akan keagungan dan kemuliaan Tuhan sungguh luar biasa. Daud mengungkapkan betapa Allah adalah segala-galanya melebihi apapun.
Tuhan adalah KEPALA, artinya Dia yang di atas, Dia penentu. Dia harus disembah dan dihormati dengan sepenuh hati dan tulus.
Di atas semua keperluan dan keinginan kita yang amat banyak, mari kita dahulukan untuk menyembah dan memuji-muji Tuhan. Hal itu kita nyatakan dalam doa dan sikap hidup kita.
Biarlah porsi doa kita seimbang antara menyembah & memuji Tuhan dengan permintaan kita.
Pandangan saya secara pribadi (tentu boleh kita berbeda), adalah lebih baik: lebih banyak memuji & menyembah Tuhan daripada meminta. Sebab posisi saya adalah sebagai anak dan pada dasarnya Tuhan mengerti dan lebih tahu apa yang saya butuh, dan Dia akan berikan itu. Yang selalu terasa sangat kurang dari saya adalah memuji dan menyembah Dia.
“Ampunilah aku Tuhan!”
Selamat beraktifitas.
Tuhan Yesus Kristus menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin.
Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Photo by James Barr on Unsplash




