Ikut Yesus Adalah Harga Mati Bagi Kita

Viewed : 1,705 views

Yohanes 6:67-69
Maka kata Yesus kepada kedua belas murid-Nya: “Apakah kamu tidak mau pergi juga?”
Jawab Simon Petrus kepada-Nya: “Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal; dan kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah.”

Karena dinilai perkataan Yesus keras, maka banyak orang mengundurkan diri; tidak lagi mengikut Yesus. Melihat itu, Tuhan Yesus menantang murid-Nya apakah mereka tidak mau pergi mengikuti orang yang mengundurkan diri itu.

Tuhan Yesus tidaklah membujuk murid-Nya agar jangan pergi, tetapi dibuka kesempatan dan diberi pilihan mau ikut Yesus atau mau pergi tinggalkan Yesus. Memang keras pernyataan Yesus ini sebagai ujian kesetiaan mengikut Dia.

Meski kita mengenal Petrus sebagai pribadi penuh spontanitas bertemperamen sanguin berat, namun dalam tantangan Yesus, maka jawaban Petrus sungguh menakjubkan. Petrus berkata tidak ada pilihan di luar Yesus. Petrus berkomitmen dan bertekad bulat untuk tetap setia mengikut Yesus.

Kita juga dalam realita pergumulan hidup ini, kita serasa ditantang apakah kita akan tetap setia atau undur dari Yesus.

Kiranya jawaban Petrus menjadi jawaban kita bersama untuk semakin setia kepada Kristus apapun harga dan tantangannya; sebab hanya di Yesus ada hidup. Hanya di dalam Yesus kita tenang, aman, nyaman, damai dan bahagia.

Sahabat yang kekasih…
Mari kita tetap melekat erat di dalam Tuhan Yesus. Mari kita tetap berada di dalam ajaran-Nya. Mari kita sungguh-sungguh bertekun ikut Dia. Tidak ada tawar-menawar… ikut Yesus adalah harga mati bagi kita.

Selamat Hari Minggu.
Selamat beribadah.

Tuhan menyertai dan memberkati kita. Amin.

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Photo by Josh Applegate on Unsplash

Comments

comments