Kisah Para Rasul 9:4
Ia rebah ke tanah dan kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata kepadanya: “Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?”
Ketika belum mengenal Yesus dengan benar, Paulus yang bernama Saulus sangat membenci dan memusuhi setiap orang yang percaya kepada Yesus. Paulus mengejar-ngejar para pengikut Kristus untuk dianiaya.
Paulus menyangka bahwa perbuatannya itu merupakan amal bakti dan merasa berjasa besar. Dalam kemarahannya yang menyala-nyala, dia mengejar orang Kristen ke Damsyik. Dalam perjalanan ke sana Yesus memperkenalkan diri-Nya kepada Paulus dengan cara ajaib.
Cahaya terang melingkupi Paulus sehingga dia tak sanggup memandang dan jatuh serta terhempas ke tanah. Paulus mendengar suara, “Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?”
Paulus dalam kebingungannya menjawab, ”Siapakah Engkau, Tuhan?”
Paulus selama ini sama sekali tidak mengenal Yesus dan peristiwa ini merupakan titik balik dalam hidupnya.
Selanjutnya kita tahu bagaimana hidup Paulus dalam pengenalan dan penyerahan hidupnya total kepada Kristus. Hidupnya menjadi teladan bagi kita dan bagi siapa saja yang mendambakan pengenalan yang sejati terhadap Yesus. Pengenalan Paulus akan Yesus mengubah pola pikir dan tujuan hidupnya.
Cara Tuhan memanggil kita untuk mengenal Dia unik dan tidak sama. Sebagian besar kita terlahir sebagai orang Kristen. Kebanyakan kita lahir dari lingkungan Kristen.
Sebagian lagi, orang mengenal Kristus dalam perjalanan hidup selanjutnya dengan berbagai cara dan bentuk. Bahkan tidak jarang dalam umur lanjut. Ada dengan cara yang tampak ajaib dan ada yang rasanya biasa-biasa saja. Itu tidak masalah. Bukan cara yang penting, namun apa yang terjadi setelah kita menerima Yesus.
Yang penting adalah sudahkah kita menemukan titik balik dalam hidup kita seperti Paulus?
Bagaimana pengenalan dan penyerahan hidup kita setelah percaya dan menerima Yesus secara pribadi?
Sahabat…
Mari kita tetap bertumbuh untuk mengenal Yesus Kristus lebih dalam lagi, dan bawalah jiwa kepada-Nya!
Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita. Amin.
Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Photo by Oscar Chevillard on Unsplash




