Tidak Menilai Menurut Ukuran Manusia

Viewed : 1,471 views

2 Korintus 5:16
Sebab itu kami tidak lagi menilai seorang jugapun menurut ukuran manusia. Dan jika kami pernah menilai Kristus menurut ukuran manusia, sekarang kami tidak lagi menilai-Nya demikian.

Ada perubahan besar dalam diri Paulus dalam menilai orang antara sebelum dan setelah dia ”ditangkap” Kristus. Bahkan Paulus juga ”mengukur” Kristus menurut ukuran manusia sebelum dia ”percaya”. Begitu rendahnya!

Setelah Paulus ”bertemu” dengan Yesus, ukuran yang dikenakannya berubah total. Dia mengagungkan Kristus dan menjadikan dirinya ”hamba” di kaki Yesus.

Sejalan dengan itu, dia menghargai manusia. Paulus merelakan dan mempersembahkan hidupnya untuk membawa manusia yang selama ini dia pandang rendah untuk datang kepada Kristus.

Bagaimana dengan kita?
Ukuran apa yang kita pakai mengkur diri kita, terlebih dalam menilai orang lain?

Sesungguhnya ukuran kita di hadapan Tuhan sama sekali tidak terletak kepada apa yang kita punya, walau hal itu perlu dan diusahakan orang pada umumnya.

Kalau mau mengukur diri kita, ukuran kita adalah seharga darah Kristus. Dengan darah Yesus kita ditebus.

Oleh sebab itu, marilah kita berterima kasih kepada Tuhan karena ternyata diri kita ini sudah diangkat Yesus menjadi milikNya. Ukuran-ukuran yang kita kenakan selama ini yang tidak pas dan belum sesuai dengan apa yang Tuhan mau… berubahlah!

Jika kita memiliki lebih dalam hal tertentu, biarlah kita tidak menjadi sombong dan tidak merasa diri besar. Jika kita merasa memiliki kurang, janganlah merasa diri kecil seolah kita tak berarti. Hal yang sama juga kita berlakukan dalam memandang dan menilai orang lain.

Biarlah perubahan besar terjadi di dalam hidup kita, di dalam kita menilai diri sendiri maupun di dalam menilai orang lain.

Mari kita berprinsip seperti rasul Paulus, dengan berkata, ”Sebab itu aku tidak lagi menilai seorang jugapun menurut ukuran manusia. Dan jika aku pernah menilai Kristus menurut ukuran manusia, sekarang aku tidak lagi menilai-Nya demikian.

Selamat Hari Minggu.
Selamat beribadah.

Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Photo by Christoph Schmid on Unsplash

Comments

comments