Rumah di Surga

Viewed : 3,151 views

Wahyu 14:13
Dan aku mendengar suara dari sorga berkata: Tuliskan: “Berbahagialah orang-orang mati yang mati dalam Tuhan, sejak sekarang ini.” “Sungguh,” kata Roh, “supaya mereka boleh beristirahat dari jerih lelah mereka, karena segala perbuatan mereka menyertai mereka.”

Ada sebuah etnis yang memiliki tradisi yaitu bila seseorang meninggal dunia, maka pihak keluarga membuat rumah-rumahan kecil terbuat dari kayu.

Rumah-rumahan itu dibuat sebagus mungkin. Juga dibuat kapal-kapalan dan beberapa bentuk benda lain yang digemari oleh orang yang meninggal dunia tersebut semasa hidupnya.

Selanjutnya diadakan upacara pembakaran rumah-rumahan dan kapal-kapalan itu di samping peti jenazah. Setelah itulah jenazah dikremasi (dibakar).

Suku tersebut meyakini bahwa asap rumah-rumahan yang telah dibakar terlebih dahulu telah siap ditempati oleh orang yang meninggal itu, jadi arwahnya akan tenang.

Bila tidak ada rumah-rumahan yang dibakar, maka orang yang meninggal tersebut tidak akan memiliki rumah di alam baka sana. Juga apa yang dibakar menjelang pemakaman di samping jenazah, akan menjadi milik arwah itu nantinya.

Keyakinan Etnis tersebut di atas secara iman Kristen tidak benar, tetapi pemikiran mereka perlu direnungkan dan dimaknai, yaitu:
• Mereka meyakini bahwa hidup tidak berhenti di dunia ini setelah seseorang meninggal, tetapi ada kelanjutannya meski mereka tidak tahu bagaimana bentuknya dan dimana tempatnya.
• Mereka peduli dengan kehidupan di alam baka, karena itu mereka menyiapkan sesuatu untuk itu, dan bagi mereka ternyata yang terpenting adalah rumah sebagai tempat berteduh bagi arwah orang yang meninggal.

Firman Tuhan menyatakan dengan jelas bahwa Tuhan sudah menyiapkan tempat (rumah) bagi kita di Surga, jadi tidak perlu lagi membakar rumah-rumahan. Bahkan rumah yang telah disiapkan Tuhan Yesus sangat sempurna dan menyenangkan tinggal di situ.

Yohanes 14:2-3
Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada.

Pesan bagi kita adalah agar seawal dan sedini mungkin kita bersiap untuk menerima rumah baru kelak di Surga abadi. Sebab kita tidak tahu kapan kita akan dipanggil ke SANA… bisa setelah lanjut usia… boleh jadi ketika masih usia muda.
Jangan sampai ketinggalan kereta!

Untuk pesta perayaan ulang tahun orang menyiapkan diri.
Untuk masuk dunia kerja orang menyiapkan diri.
Untuk hari pernikahan orang menyiapkan diri.
Untuk pidato orang menyiapkan diri.
Untuk memasuki rumah baru orang menyiapkan diri.
Untuk … … … orang menyiapkan diri.

Namun ironinya…
Untuk masuk ke kekekalan dan keabadian banyak orang tak peduli dan tak siap serta tidak waspada, padahal itulah yang terutama.

Tuhan menyertai kita senantiasa hingga kekekalan. Amin.

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Image by Åsa K from Pixabay

Comments

comments