1Petrus 1:18-19
Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.
Oleh karena dosa, maka manusia divonis hukuman mati dalam kekekalan. Tidak ada sesuatu yang dapat dilakukan untuk membatalkan hukuman tersebut. Tidak ada jasa dan perbuatan yang dapat melayakkan manusia menghampiri hadirat Allah. Yang ada hanyalah menunggu waktu pelaksanaan hukuman itu.
Akan tetapi kita beruntung dan bersyukur karena Allah bermurah hati. Dia mengasihi manusia. Dia tidak mau manusia terhilang dan dihukum dalam dosa.
Karena kasih-Nya, Dia datang sebagai manusia dalam pribadi Yesus Kristus. Yesus Kristus merelakan diri-Nya sebagai korban membayar hutang dosa kita melalui kematian-Nya. Kita yang bersalah dibenarkan. Hutang dosa kita dibayar dengan tuntas dan lunas.
Karena kerelaan Yesus menebus kita, maka kepada kita diberikan status baru. Kita “disucikan dan dibenarkan”. Harga yang dibayar Kristus sungguh amat tinggi. Dia membayar hutang kita dengan nyawa-Nya.
Mari kita merenungkan betapa tingginya nilai tebusan kita. Marilah kita menghargai itu dengan cara hidup sesuai dengan status kita sebagai orang yang telah ditebus.
Mari bekerja dan berkarya nyata dengan segenap talenta dan karunia yang Tuhan beri.
Jagalah diri agar kita senantiasa taat dan sungguh-sungguh melakukan kehendak-Nya.
Tuhan senantiasa beserta kita dan Dia memberkati kita. Amin.
Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Photo by Ricky Turner on Unsplash




