Ayub 12:3
Tetapi pada Allahlah hikmat dan kekuatan, Dialah yang mempunyai pertimbangan dan pengertian.
Ada pengalaman yang tampaknya lucu dan ganjil di sebuah desa tentang seorang bapak yang telah berusia lanjut.
Setiap pagi, begitu bangun dari tidur, bapak itu langsung pergi ke jalan di depan rumahnya. Lalu dia melihat mobil yang pertama kali lewat serta mencatat nomor polisinya.
Kemudian dia pergi dan menggunakan nomor polisi mobil tadi sebagai angka keberuntungan dalam judi yang marak di desa itu.
Rupanya bukan hanya dia saja, beberapa orang yang seusianya maupun lebih muda melakukan hal yang sama setiap pagi.
Suatu sore, ketika ada kesempatan berbicara dengan dia, dia menuturkan bahwa perilaku seperti itu sudah dia lakukan selama lima tahun.
Mulanya dia diajari oleh temannya yang kabarnya penah satu kali memenangkan nomor judi dengan cara yang sama. Tergiur dengan uang kemengan hasil judi, dia meniru dan akhirnya menjadi kebiasaannya, meski dia belum pernah menang.
Kasihan bapak ini! Dia mau mendengar dan mengikuti ajaran orang yang salah dan tersesat.
Tentu kita perlu dan sangat baik memiliki banyak teman. Tetapi dalam hal mendengar nasehat dan pandangan mereka, terlebih-lebih bila nasehat itu berkaitan dengan keputusan penting yang vital sifatnya, semestinya kita lebih berhati-hati.
Pertimbangkanlah dengan cermat setiap nasihat dan ajaran. Periksa dan selidikilah setiap pandangan apakah sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan?
Nasihat apapun, bila betentangan dengan Firman Allah dan tidak sejalan dengan iman kita, harus ditolak. Tetapi bila nasehat mereka baik dan bijaksana serta sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan, ikutilah!, walaupun terkadang tidak sesuai dengan selera kita, karena selera dan keinginan kita tidak selalu benar. Pandangan kita sering sempit dan terdorong oleh sekedar keinginan dan emosi saja.
Dengarkanlah dan hargailah nasehat sahabat dan teman yang dipakai Tuhan untuk memperkaya hikmat kita. Jauhilah nasihat yang sekilas nampaknya baik tetapi berujung petaka.
Beruntunglah setiap orang yang terbuka kepada ajaran Firman Tuhan, dan menurutinya, sebab pada Allah ada hikmat dan kekuatan. Tuhan mempunyai kekayaan pertimbangan dan pengertian.
Karena itu mintalah hikmat kepada Tuhan. Secara alami, Tuhan sering memakai manusia untuk mematangkan kita melalui ajaran yang sehat dan benar.
Tuhan memberkati dan menyertai kita. Amin.
Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Image by Desmondcr from Pixabay




