13.Hidup Kembali

Viewed : 1,248 views

Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria. (Lukas 15:24)

Si bungsu telah mati dan menjadi hidup kembali. Kematian anak bungsu telah terjadi ketika dirinya memilih untuk meminta warisan kepada ayahnya ketika belum waktunya dan meninggalkan orang tuanya. Ia seolah mengganggap orang tuanya telah mati, dan dia berhak atas warisannya dan hidup terbebas dari orang tuanya. Ia masih hidup sebenarnya telah mati, terpisahnya relasi anak dengan ayahnya sebagai buah dari pemberontakan, ketidakpercayaan,dan dosa.

Ia telah hilang. Ia tidak lagi berada di tempat yang seharusnya, dalam persekutuan dengan bapaknya. Ia lebih memilih bersama denga para sahabat baru yang hanya ingin memanfaatkan segala hartaya. Ia meninggalkan hak istimewanya sebagai anak bapaknya dengan menukarnya denga sejumlah harta yang menjadi jaminan hidupnya dan menggantikan seluruh hak istimewa yang di dapat dalam relasinya dengan bapaknya.

Hidup kembali memberi ungkapan atas mujizat yang terjadi pada anak tersebut. Kepulangannya adalah sebuah kabar sukacita, suatu sukacita yang besar dan tidak disangka-sangka oleh semua orang. Kedatangan anak bungsu memberikan jawabanyang sempurna atas pengharapan bapaknya. Kepulangannya adalah kasih karunia kepada seisi rumah tangga.

Sambutan bapaknya adalah wujud kasih karunia yang sempurna, yang telah tembok pemisah, segala dosa dan kesalahan sang anak kepada ayahnya, dan penerimaan yang sah kepada anakya.

Sang bungsu telah didapat kembali. Ia didapatkan kembali, dan kalimat itu menghilangkan segala perjuangan si bungsu untuk kembali ke rumah orang tuanya. Bukan anak bungsu yang menemukan kembali rumahnya, tetapi justru dirinya yang telah didapatkan kembali oleh bapaknya. Bagi ayahnya, kalimat yang terucap tersebut menunjukkan betapa sebuah kejadian ketidakmungkinan ternyata telah terjadi. Si bungsu telah didapat kembali oleh bapaknya. Itulah anugrah yang luar biasa dan tidak ada sedikitpun bagi si bungsu untuk memegahkan diri karena perkara ini. Keajaiban kasih karunia ayahnya telah menempatkan si bungsu kepada tempat yang seharusnya.

Tetapi sekarang yang telah mati menjadi hidup kembali, yang elah hilang didapat kembali. Alasan yang sangat tepat kenapa sebuah pesta istimewa dengan anak lembu tambun diadakan.

Peristiwa itu menjadi sebuah kabar sukacita bagi semua orang. Sukacita itu disebarluaskan kepada semua orang. Pokok sukacita itu adalah yang telah mati namun hidup kembali, yang telah hilang didapat kembali.

Teja adalah suami dari Titin, ayah dari Kasih dan Anugrah.

Image by Rob van der Meijden from Pixabay

Comments

comments