Mendengar

Viewed : 2,324 views

RENUNGAN
Mazmur 85:8
Aku mau mendengar apa yang hendak difirmankan Allah, TUHAN. Bukankah Ia hendak berbicara tentang damai kepada umat-Nya dan kepada orang-orang yang dikasihi-Nya, supaya jangan mereka kembali kepada kebodohan?

“Aku mau mendengar apa yang hendak difirmankan Allah… ini adalah sebuah kerinduan dan komitmen pemazmur.

Dalam interaksi dengan sesama, kita akan banyak mendengar. Akan banyak informasi yang masuk ke dalam diri kita. Informasi yang masuk itu akan mempengaruhi kita.
Ada yang membangun, ada yang meruntuhkan.
Ada yang membuat kita semangat, ada yang melemahkan.
Ada yang membawa damai, ada yang membuat pikiran susah.

Kita harus pintar dan bijak menyaring setiap perkataan yang masuk ke dalam diri kita.

Penyaring ampuh dalam hidup kita adalah firman Tuhan. Firman Tuhan yang menghibur. Firman Tuhan yang membuat kita bijak. Firman-Nya menguatkan. Kekuatan dan pertahanan hidup kita sesungguhnya terletak dalam Firman Tuhan.

Cobalah perhatikan jika kita lapar. Apa yang kita rasakan bila lapar?, antara lain adalah:
• Ada bunyi-bunyi aneh di sekitar perut
• Kita terbayang makanan dalam berbagai bentuk
• Tidak bisa konsentrasi berpikir. Kalaupun berpikir, yang dipikirkan melulu ke arah makanan
• Tubuh melemah
• Mata berkunang-kunang
• Bicara tidak teratur, mulut komat-kamit berteriak, “Lapar… lapar… lapar… !” rasanya kita bodoh aja…
• Dan sebagainya…

Rasa lapar yang dibiarkan terus menerus dapat menyebabkan penyakit maag dan penyakit lainnya.

Jangan-jangan banyak kita menderita penyakit maag rohani karena kebutuhan rohani tak terpenuhi.

Oleh sebab itu komitmen kita untuk mendengar Sabda-Nya sangat penting. Firman-Nya itu makanan rohani kita. Jangan biarkan rohani kita dalam kondisi kelaparan terus-menerus. Penuhilah kebutuhan rohani kita dengan makanannya yaitu Firman Allah.

Biarlah fisik dan rohani kita sehat adanya.
Biarlah kita tidak bodoh, tetapi cerdas rohani dengan asupan Firman Tuhan yang masuk ke dalam perbendaharaan hati kita.
Semoga…!

Selamat beraktifitas…
Selamat melayani…

Tuhan menyertai kita senantiasa.
Amin.

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

 

Comments

comments