Kereta dan Kuda

Viewed : 1,092 views

RENUNGAN
Mazmur 20:7
Orang ini memegahkan kereta dan orang itu memegahkan kuda, tetapi kita bermegah dalam nama TUHAN, Allah kita.

Kereta dan kuda adalah lambang atau simbol kekuatan dan kegagahan. Semua orang mendambakan kekuatan dan mau tampak gagah. Dengan kekuatan rasanya orang dapat mencapai dan melakukan keinginannya. Juga kekuatan itu digunakan untuk berlindung.

Jaman terus berubah. Saat ini mungkin bukan lagi jamannya kuda dan kereta sebagai simbol kekuatan seperti apa yang dikatakan Daud. Ada bentuk-bentuk kekuatan lain yang dipikirkan dan dirancang manusia. Namun ungkapan Daud bahwa Tuhan adalah kemegahannya, itu adalah benar sepanjang masa, kekal adanya.

Tidak hanya Daud saja, tapi biarlah kita semua meyakini dan berseru, “Tuhanlah kemegahan dan kekuatanku”

“Pada Allah ada keselamatanku dan kemuliaanku; gunung batu kekuatanku, tempat perlindunganku ialah Allah.* *(Mazmur 62:7)*

Pastilah kita ingin pemberian Allah dalam berbagai bentuk, tetapi kehadiran-Nya dan diri-Nya tidak dapat digantikan oleh apapun juga.

Kita mungkin rindu mendapat hadiah dari Bapak Presiden. Hadiah itu kita simpan baik-baik. Kitapun bercerita bahwa kita mendapat hadiah dari Presiden. Namun bayangkanlah jika kita menjadi sahabat Presiden… tentu akan lain sensasinya… beda rasanya… lebih tinggi bobotnya.

Biarlah kita senantiasa bermegah di dalam DIA. Kita tidak sekedar bermegah kepada APA yang Dia beri, tetapi kita benar-benar bermegah atas SIAPA DIA… bahwa kita mengenal Dia. Dia senantiasa hadir di dalam hidup kita.
Terpujilan Tuhan kekal selamanya.

Selamat bekerja…
Selamat berkarya…
Selamat melayani…

Tuhan menyertai dan memberkati kita senantiasa.
Amin.

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

 

Comments

comments