Memegahkan Kereta dan Kuda

Viewed : 2,618 views

Mazmur 20:7-8
Orang ini memegahkan kereta dan orang itu memegahkan kuda, tetapi kita bermegah dalam nama TUHAN, Allah kita.
Mereka rebah dan jatuh, tetapi kita bangun berdiri dan tetap tegak.

Pada zaman dahulu, bagi raja dan para serdadu atau tentara, kuda dan keretanya adalah sepaket lambang kekuatan.

Ukuran kekuatan sering dilambangkan dengan kegagahan kuda dan kekuatan keretanya. Kuda dan kereta menjadi simbol kejayaan pasukan perang. Itu diandalkan ketika maju berperang.

Kalau sekarang barangkali yang diandalkan adalah senjata-senjata yang didukung oleh teknologi canggih.

Akan tetapi Daud mengatakan bahwa kekuatannya adalah Allah semata-mata. Tidak berati Daud tidak butuh kuda dan tidak perlu kereta.

Daud menyadari bahwa kuda dan kereta terbatas. Hanya Tuhan yang tak terbatas dan dapat diandalkan sepenuhnya.

Orang-orang yang mengandalkan Tuhan akan tetap kuat tegak berdiri. Orang yang hanya mengandalkan kuda dan keretanya dapat rebah sebab terbatas

Meski kita memiliki kuda dan kereta, tetapi marilah bermegah bukan karena itu. Inti kemegehan kita adalah di dalam Allah. Kepada kita diberi kesempatan dan hak untuk mengandalkan Tuhan.
Bersama Tuhan kita teap kokoh dan teguh kuat berdiri.

Selamat belajar.
Selamat bekerja.
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Tuhan menolong dan menguatkan kita. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Image by dozemode from Pixabay

Comments

comments